Tampilkan postingan dengan label New Arrival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Arrival. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

Penyakit sang Penulis



Pertama kali kamu baca judul artikel ini, jangan berfikir yang tidak-tidak ya haha. Maksud saya dalam artikel ini, saya mau sedikit sharing (read: curhat) kenapa saya suka telat update artikel, lalu kenapa kadang saya cuma update sehari saja padahal janjinya update seminggu dua kali, hiatus (re:cuti) kelamaan, hilang tanpa sebab dan sebagainya. Jadi, hal-hal tersebut disebabkan oleh beberapa penyakit yang diderita saya atau mungkin beberapa blogger yang aktif menulis blog. Beberapa penyakit? Iya beberapa, saya memiliki lebih dari dua penyakit yang menyebabkan hal-hal di atas. Apa saja sih penyakitnya?


1.   Malas

Well, yang satu ini merupakan penyakit dari seorang penulis termasuk saya. Jika kamu menemukan sebuah blog yang sudah tidak aktif lagi mungkin berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun maka si penulis sedang terjangkit penyakit malas yang sudah kronis. Untuk menyembuhkannya, para penulis memiliki caranya masing-masing. Cara yang dilakukan salah satu penulis belum tentu cocok untuk menyembuhkan penyakit malas kepada penulis lainnya. saya tipikal orang yang kalau malas ya tinggalin saja, tetapi bukan berarti setelah ditinggalkan saya lepas tanggung jawab ya, saya butuh beberapa hari (atau bulan) untuk tidak melakukan kegiatan tulis menulis contohnya hiatus sebulan kemarin haha (alibinya sih mudik padahal malas).

2.  Kehabisan ide

Penyakit yang ini biasanya muncul kepada penulis-penulis yang newbie seperti saya. Terkadang saya susah sekali untuk mendapatkan ide untuk menulis. Semisal saya mendapatkan suatu ide terkadang ada beberapa kendala yang akhirnya membuat saya enggan menulisnya dan mencari ide lainnya. kalau penyakit ini menyerang saya, terkadang saya butuh inspirasi yaitu menanyakan suatu tema tulisan kepada teman-teman saya atau hanya diam mendengarkan lagu sambil memperhatikan keadaan sekitar. Biasanya kedua hal ini ampuh untuk menyembuhkan penyakit saya yang satu ini. contohnya artikel “Dibalik Astameva” merupakan salah satu artikel yang saya dapatkan idenya dengan cara duduk di dalam mobil, mendengarkan lagu Life Cicla sambil melihat jalanan yang sepi di Jalan Tol Jakarta-Merak.

3.  Tidak mood

Penyakit kronis yang status kekronisannya sama dengan malas. Yap, malas dan tidak mood itu sebelas dua belas kayak kembar. Kalau kamu lagi semangat-semangatnya melakukan suatu hal tetapi tidak mood untuk menulis maka blog pun akan menjadi “mandek” atau sama saja tidak akan jalan. cara untuk menyembuhkan penyakit ini pun sama seperti dengan menyembuhkan penyakit malas yaitu dengan cara ditinggalkan saja. Menulis itu tidak hanya membutuhkan ide tapi juga mood yang baik, kalau ide banyak bermunculan di kepala namun tidak ada mood maka tulisannya pun tidak akan selesai bahkan ide-idenya pun hanya tersusun rapi di S Memo tanpa tersentuh.

4.  Tidak bisa membagi waktu

Saya tipikal orang yang bekerja melalui skala prioritas, tentunya tugas kuliah dan organisasi menempati skala prioritas pertama dan kedua. Dikarenakan tugas yang menumpuk atau organisasi yang sedang sibuk-sibuknya membuat event, maka biasanya saya mengerjakan mana yang menjadi prioritas saya terlebih dahulu. Kalau masih ada waktu, tidak kelelahan atau sedang ada mood dan rajin menulis maka saya akan menulis artikel untuk Carita Astameva. Tetapi sih lebih sering kalau udah sibuk saya akan memilih untuk hiatus selama seminggu atau dua minggu. Okay hiatus kebanyakan hahaha. Tiba-tiba Misbah pun meminta saya untuk membuat 4 artikel selama seminggu, oh really? 2 kali seminggu saja cobaannya banyak sekali. Sekarang ini saya naik jabatan di salah satu organisasi saya yang di mana akan menambah kerjaan pula, sehingga blog ini terabaikan untuk satu  bulan.

5.  Liburan banyak agenda

Sebenarnya saya menulis artikel ini pada masa saya hiatus di bulan Juli haha tepatnya 20 Juli jam 10:50 (who cares with the detail? haha), dikarenakan ada mood dan sedang rajin menulis maka saya memilih untuk menyicil artikel yang akan terbit di bulan Agustus ini (tadinya mau post artikel ini di bulan Agustus, apa daya malas dan tugas lain menguasai saya). selain malas dan tidak ada mood, liburan yang agendanya banyak pun membuat saya enggan menulis. Misalnya liburan diajak keluar kota atau keluar negeri (widih aamiin) yap hal tersebut membuat saya lupa kalau saya punya tanggungjawab yang besar di Carita Astameva.

6.   Punya hobi baru

Ini dia penyakit yang sedang melanda saya akhir-akhir ini. saya tiba-tiba punya hobi baru dan saya tertarik untuk mendalaminya lagi. Hobi apakah itu? Hobi make up! Yap apalah daya, saya seorang perempuan tulen yang gemar melihat tutorial make up di youtube tetapi memakai eyeliner pun membutuhkan 15 menit lebih untuk hasil yang maksimal. Karena hobi saya yang baru ini saya lebih sering stalk instagram atau channel youtube orang-orang yang jago dalam bidang per-make up-an.

Okay, menurut saya keenam poin di atas merupakan penyakit yang statusnya kronis, kronis sekali sampai ke yang kronis super bagi para penulis blog (kayaknya sih lebih condong ke saya saja). Tetapi kalau kita lihat keenam poin di atas jangan sampai kamu menganggap bahwa membuat blog itu tidak sama sekali menyenangkan atau malah merasa menyulitkan kamu, sekali lagi tidak sama sekali. Tentu saja, dengan aktif dan rajin menulis artikel di blog akan melatih kamu dalam berbagai macam hal. Misalnya terlatih untuk menulis dan menyampaikan fikiran dalam bentuk tulisan, melatih diri untuk disiplin dan konsisten pada tanggungjawab yang kamu punya dan sebagainya.

Titik kepuasaan dalam menulis blog (tentunya aktif ya blognya dan selalu di update) adalah ketika kamu bertemu dengan teman lamamu yang sudah lama tidak berjumpa tiba-tiba mereka bilang “eh gue baca blog lu loh”, “eh gue ngikutin blog lu masa, gue nungguin update-annya mulu” atau semisal ada teman kamu yang bertanya “eh blog lu gimana? Ada update-an baru? Gue mau baca dong” dan juga berbagai macam pujian-pujian yang diberikan oleh teman-temanmu. Ketika kamu mengetahui ternyata ada banyak orang yang membaca blog-mu, nah disitulah titik kepuasannya. Jadi ada baiknya kamu mencoba hal baru dan mengeksplor diri kamu dalam bidang tulis menulis di blog, bagi kamu yang sudah punya blog tetapi tidak aktif lagi, ayo mulai buka kembali blog-nya dan ramaikan blog-mu. Selamat mencoba.
Read More

Selasa, 02 Agustus 2016

Sayangi Bumi


Finally, setelah cuti sebulan dalam tulis-menulis blog, akhirnya Carita Astameva kembali update. Seperti biasa Carita Astameva akan meng-update dua artikel setiap minggunya. Tetapi kemungkinan akan ada perubahan hari dalam meng-update atau mem-publish artikel dikarenakan jadwal kuliah yang baru. Sebelumnya juga, kedua author Carita Astameva ingin mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf apabila ada beberapa kata-kata bahkan kalimat-kalimat dari artikel Carita Astameva yang pernah menyinggung teman-teman sekalian.

Beberapa minggu yang lalu setelah lebaran, saya pergi ke rumah nenek dan kakek saya di daerah Kabupaten Sukabumi, persisnya yaitu di Palabuhan Ratu. Jika kamu mendengar kata Palabuhan Ratu pasti yang terlintas di kepala kamu tidak lebih dan tidak kurang adalah pantai selatannya yang penuh akan misteri dari Nyai Roro Kidul. Pada artikel ini saya tidak akan membicarakan tentang kemistisan dari Nyai Roro Kidul atau pun mitos tentang memakai baju warna hijau saat pergi ke pantai  Palabuhan Ratu, tetapi saya akan membicarakan tentang pantai Palabuhan Ratu itu sendiri.

Pantai Palabuhan Ratu selain terkenal akan kemistisannya, terkenal juga akan ombaknya yang besar dan asik untuk dijelajahi bagi para peselancar handal. Seperti artis sekaligus perselancar terkenal Fathir pun sering sekali mendatangi pantai ini untuk menjelajahi ombaknya. Tak hanya bagi para peselancar handal saja, masyarakat setempat bahkan masyarakat dari luar kota Palabuhan Ratu pun suka sekali pergi ke pantai ini meskipun hanya untuk berekreasi. Akan tetapi banyaknya pendatang malah membawa dampak negatif salah satunya adalah sampah. Jika kamu sering browsing atau pengguna internet aktif pasti kamu pernah melihat sebuah meme yang sifatnya sarkas. Dari meme tersebut diceritakan bahwa footprints atau jejak-jejak  dari  manusia adalah sampah. Meme ini tidak hanya bersifat sarkas namun juga menjelaskan sebuah fakta bahwa banyak manusia yang tidak peduli dengan alam sekitarnya sehingga dengan kedatangan manusia pada suatu tempat akan ditandai dengan adanya sampah.

Apabila saya melihat kondisi pantai Palabuhan Ratu setiap tahunnya pasti sampah di pantai tidak pernah terkelola dengan baik, ada saja sampah yang berserakan di mana-mana. Sampah-sampah tersebut dapat  berupa plastik makanan dan minuman kemasan, stereoform dari makanan atau mie instan, batok dan serabut kelapa dan sebagainya. Bahkan lucunya, ketika saya sedang berenang bersama adik sepupu saya yang baru berusia 10 tahun, tiba-tiba adik saya teriak memanggil dan seketika itu ia memberitahu saya “kak Beby aya cangcut tah di dinga, ih geleuh” (kak beby ada celana dalam tuh disitu, ih jijik). Jelas-jelas saya kaget, masa iya ada celana dalam mengapung di laut? Lebih tepatnya sih saya hanya memikirkan betapa malangnya si pemilik celana dalam yang hanyut ini, entah bagaimana ia akan mengganti pakaian dalamnya setelah berenang di laut. Ketika saya lihat memang benda tersebut berwarna krem, bentuknya kecil dan seperti terbuat dari bahan namun saya tidak tahu itu bahan apa. Sepintas memang seperti celana dalam tetapi nyatanya itu adalah karung yang sudah terobek-robek dan tidak berbentuk. Kemungkinan karung tersebut dibuang oleh nelayan dan tercabik-cabik oleh ombak dan batu karang yang akhirnya terbawa sampai ke bibir pantai.

Seharusnya warga setempat terutama bagi mereka yang berjualan mulai sadar akan kondisi pantai yang semakin kotor. Apabila pantai menjadi lebih kotor maka dampaknya pun akan menimpa mereka juga, tidak akan ada lagi orang yang mau mengunjungi pantai Palabuhan Ratu dan tentunya dagangan mereka menjadi tidak laku. Kotornya laut pun akan memberikan dampak negatif untuk para nelayan setempat, ikan tidak akan mau tinggal di habitat yang kotor dan hal tersebut akan mengurangi hasil penangkapan dari para nelayan. Ada baiknya, para pedagang, nelayan dan pemerintah setempat mulai menyediakan tempat sampah setiap beberapa meter di pantai. Tak perlu lah tempat yang bagus dan mahal cukuplah dengan tong-tong bekas minyak atau stereoform bekas tempat ikan-ikan yang dijual di pelelangan ikan dekat pantai. Pengunjung pantai pun harus mau bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan, janganlah membuang sampah makanan atau sampah dalam bentuk apapun di pantai. Pantai yang bersih pun akan memberikan kenyamanan yang lebih bagi para pengunjungnya. Bayangkan saja ketika berenang di laut tiba-tiba ada suatu benda yang bergerak terbawa ombak menggelitiki kaki-kaki kita, pastinya tidak akan nyaman kan?


Tujuan dari artikel ini tidak hanya untuk mengajak kamu menjaga kebersihan pantai Palabuhan Ratu atau menjaga kebersihan pantai saja, tetapi tujuan dari artikel ini untuk mengingatkan bahwa apabila bumi dan alam tidak kita jaga dan tidak kita sayangi maka siapa lagi yang akan menjaga dan menyayangi bumi ini? bumi beserta alamnya adalah sahabat bagi para manusia, apabila bumi beserta alamnya tidak dijaga maka suatu saat bumi akan “murka” dan tentunya akan “menghukum” manusia. Tangkapan ikan yang semakin menyusut dikarenakan laut yang kotor merupakan salah satu dari “kemurkaan” alam dan “hukuman” sekaligus pengingat bagi manusia untuk terus menjaga alam. Maka dari itu, mulai dari sekarang dan mulai dari kesadaran diri sendiri dahulu mari kita jaga dan sayangi bumi beserta alamnya.
Read More

Sabtu, 11 Juni 2016

Cinta dalam perspektif Exchange Theory



Cinta merupakan suatu faktor pembeda antara manusia dengan binatang dan antara manusia dengan robot. Binatang hanya memiliki naluri dan nafsu dalam kehidupannya sedangkan robot adalah suatu benda yang bisa saja dibentuk memiliki fisik yang sama dengan manusia, tetapi robot hanyalah sebuah mesin yang diatur oleh manusia tanpa bisa mencerna apa yang diperintahkan. Cinta merupakan salah satu sifat dasar dari manusia, dari buku filsafat yang pernah saya baca cinta merupakan suatu faktor di mana dua orang dapat bertemu dan pertemuan tersebut disebut pertemuan intrasubyektif (pertemuan antar pribadi).

Tetapi bagaimana cinta dipandang oleh orang-orang yang mempunyai paham Exchange theory? Sebelum saya membahas hal tersebut, ada baiknya apabila saya membahas exchange theory terlebih dahulu. Jadi, exchange theory ini bisa disebut juga teori pertukaran. Dalam artikel ini saya akan membahas lebih lanjut teori pertukaran dari sudut pandang salah satu tokoh sosiologi modern yang bernama Peter M. Blau. Konsep Blau tentang teori pertukaran terbatas kepada tingkah laku yang mendatangkan imbalan dan seseorang akan berhenti kalau dia berasumsi bahwa tidak bakal ada lagi imbalan yang dapat ia terima.

Jadi menurut Blau, seseorang akan tertarik akan sesuatu apabila ada timbal balik kepada dirinya berupa imbalan. Imbalan itu sendiri terbagi atas dua sifat yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik merupakan imbalan yang sifatnya seperti afeksi, cinta, pujian atau penghargaan dan sebagainya. Sedangkan ekstrinsik merupakan imbalan yang sifatnya berupa uang atau barang-barang lainnya (materi). Imbalan ini akan yang menjadi barometer apa seseorang itu makin tertarik atau terikat pada sesuatu atau malah makin menjauh dari sesuatu.

Apabila kita kaitkan dengan cinta, bisa dikatakan bahwa cinta memang sifat dasar dari manusia tetapi tidak ada cinta yang benar-benar tulus menurut teori pertukaran ini. Misalkan, ada seseorang perempuan yang cinta kepada seorang laki-laki dikarenakan hartanya yang melimpah. Bagi si perempuan, ia bisa saja memberikan cinta dan afeksi tetapi laki-laki itu harus memberikannya imbalan yang lebih yaitu berupa harta atau benda-benda. Apabila si perempuan ini tidak mendapatkan imbalannya, maka si perempuan itu cepat atau lambat akan menjauh dan pergi dari laki-laki itu.

Contoh diatas memang sangat jelas kalau cinta si perempuan itu benar-benar tidak tulus. Tetapi, saya ingin mengajak kamu melihat cinta dalam perspektif yang lain yaitu dari perspektif exchange theory atau teori pertukaran. Jawablah pertanyaan saya ini dengan jawaban yang sejujurnya: pernah kah kamu mendengar cerita atau curhatan teman atau saudara atau bahkan diri kamu sendiri tentang  1). Putus gara-gara pacarnya sibuk? 2.) berantem gara-gara pacarnya sering sekali slow respond saat balas chat? 3.) ngambek-ngambekkan gara-gara pacarnya sering main sama teman-temannya? 4.) berantem gara-gara pacarnya gak bisa ngertiin? 5.) putus gara-gara pacarnya terlalu cuek?
Apabila kamu jawab “Ya” pada salah satu dari kelima pertanyaan di atas, hal tersebut sudah menandakan kalau cinta itu tidak tulus. Loh? Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Ketika kamu  mencintai seseorang, apa yang akan kamu inginkan? Ingin dicintai balik bukan? Meskipun jaman sekarang banyak sekali quote “cinta tidak harus memiliki” well it’s kind of bullshit I think. Tidak mungkin kamu mencintai seseorang tanpa ingin memilikinya. Well, at least kamu pasti mengharapkan seseorang itu mencintai kamu balik meskipun itu perasaan yang berada di dalam lubuk hati yang paling terdalam dan dicoba untuk dikubur supaya tidak muncul kepermukaan. Ketika kamu sayang sama seseorang, apa yang kamu inginkan? Ingin diberi rasa kasih sayang yang sama pula, bukan? Dan apabila kamu sedang pacaran sama seseorang, apa tujuan dari pacaran tersebut? Untuk mendapatkan afeksi yang lebih dari selain orang tua, bukan?  Pada intinya ketika kamu mencintai seseorang pastinya kamu meminta imbalan sekurang-kurangnya dicintai balik. Ketika kamu berpacaran sama seseorang pastinya kamu akan berusaha cepat untuk membalas chatnya, berusaha memberikan cinta dan afeksi, tentunya kamu menginginkan imbalan sekurang-kurangnya sama seperti apa yang telah kamu lakukan kepada orang itu. Lalu apa yang terjadi ketika kamu tidak menerima imbalan? Jawaban saya hanya dua: 1.) bertahan, 2.) lelah bertahan dengan hubungan yang seperti ini dan pada akhirnya putus juga.

Tetapi, setelah membaca artikel ini JANGAN sampai kamu putus sama pacar atau bahkan hal ekstrim seperti bercerai karena kamu baru terfikirkan kalau gak ada orang yang cintanya tulus. Saya hanya ingin menyampaikan pemikiran dari teori pertukaran ini dan menganalisanya dengan konsep cinta, dan bukan berarti juga saya penganut tok teori ini. Saya yakin di luar sana pasti masih banyak pejuang-pejuang cinta, masih banyak juga orang yang mau mencintai kamu secara tulus. Just wait and see that miracle in life.
Read More

Senin, 30 Mei 2016

Y.O.L.O



Saya melihat tulisan ini pertama kali di akun Tumblr seseorang  yang pada saat itu kurang lebih saya masih duduk di kelas satu SMA. Setelah saya melihat tulisan ini untuk pertama kalinya di Tumblr seseorang, tiba-tiba  tulisan ini menjadi sangat happening, saya dapat menemukan tulisan ini dimana-mana baik itu di Pinterest, Weheartit, maupun di beberapa akun Twitter. Dan akhirnya dengan modal kekepoan dan juga kuota internet, saya mulai mencaritahu makna dari singkatan tesebut. Ternyata Y.O.L.O itu sendiri adalah kepanjangan dari “You Only Live Once” yang artinya kamu hidup hanya sekali saja. Awalnya sih pas baca kalimat dan singkatannya itu saya gak kepikiran apa-apa, malahan menurut saya gak ada arti yang mendalam dari kalimat tersebut, yang terlintas di kepala saya hanya satu “yaiyalah hidup cuma sekali, masa dua kali tigak kali empat kali. Itu orang pernah mati suri apa reinkarnasi idup berkali-kali?”.

Ketika mendengar atau melihat singkatan Y.O.L.O saya sering sekali teringat dengan salah satu teman saya yang berasal dari Mesir. Kami berdua bertemu di China saat melaksanakan program exchange student melalui AIESEC. Pada saat itu, kami baru saja selesai mengajar di sekolah kecil di daerah Shunde, China Selatan dan memutuskan untuk pergi mencari makan bersama-sama. Karena restorannya terbilang cukup jauh dan berada di seberang jalan maka kami harus menaiki jembatan penyebrangan terlebih dahulu. Luas jembatan penyebrangannya terbilang cukup luas dan untuk menaiki atau menuruni jembatan tersebut disediakan dua jalur yang bentuknya berbeda. Jalur yang pertama berbentuk tangga biasa dan jalur yang kedua berbentuk jalan yang lurus namun sedikit curam, biasanya dipakai untuk mereka yang menggunakan kursi roda. Saat kami hendak turun, kami melihat seorang anak laki-laki yang berdiri meluncur di jalan lurus tersebut dan kita melihat anak tersebut dengan terkejut, sedikit terkesima dan banyak takut kalau anak itu akan terjatuh. Tetapi, setelah saya melihat anak itu, saya malah tertarik untuk mencobanya. Saya bilang ke teman Mesir saya itu bahwa saya ingin mencoba menuruni tangga seperti anak laki-laki itu, kurang lebih percakapannya seperti ini “I want to try to going down the stair like his way, but if I fall down, you should catch me, okay?” dan teman saya menjawab “are you sure about that?” lalu saya jawab “yes, Y.O.L.O. You Only Live Once, right?” dan dia kembali menjawab “I thought Y.O.L.O is a sentence for them who want to do a stupid or weird things.”

Teman saya memang ada benarnya. Saya menggunakan alasan You Only Live Once untuk melakukan hal aneh, dalam konteks ini yaitu menuruni anak tangga tetapi dengan cara meluncur diatas jalan yang lurus dan menukik. Pada akhirnya saya melakukannya juga tanpa terjatuh dan tentunya dijaga oleh Teman saya apabila tiba-tiba saya terjatuh. Setelah saya pulang lagi ke Indonesia, saya baru terpikir kata-kata teman saya. Apakah iya kalimat You Only Live Once ditujukan selalu kepada orang-orang yang ingin berbuat atau melakukan hal-hal aneh? Setelah memikirkannya, akhirnya saya mendapatkan jawabannya. Bagi saya Y.O.L.O dapat menjadi kalimat acuan bagi semua orang tergantung bagaimana ia menyikapi kalimat tersebut.

You Only Live Once. Ya benar. Saya, kamu, binatang, atau mereka yang hidup dan bernyawa hanya akan merasakan rasa bernyawa itu sekali saja dan tentu akan merasakan yang namanya kematian sekali saja. Jangan fikirkan tentang kehidupan setelah kematian karena saya tidak akan membahas hal itu di sini.  Yang mau saya bahas disini adalah, mumpung kamu masih memiliki kesempatan untuk benafas dan juga kesehatan lebih baik kamu coba lakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan TETAPI harus masih sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma agama dan bernegara ya. Semisal, kamu belum pernah exchange ke luar negeri dan kamu benar-benar ingin merasakannya tetapi di lain sisi banyak hal yang kamu takutkan dan kamu pertimbangkan. Menurut saya kalau kamu tidak mencoba untuk membuang rasa takut dan tidak cepat-cepat menyelesaikan rasa kebimbangan kamu, maka pada akhirnya kamu tidak akan pernah berangkat dan kamu tidak akan pernah tahu apa rasanya exchange dan tidak pernah merasakan manfaat dari exchange.

You Only Live Once. Bagi saya, kalimat tersebut pun dapat mengacu kamu untuk menjadi orang yang berani untuk keluar dari zona nyaman. Ketika kamu terus berada di zona nyaman dan menolak untuk keluar, maka kamu tidak akan berkembang. Kamu hanya hidup sekali, kalau kamu tidak mencoba untuk keluar dari zona nyamanmu, maka kamu tidak akan tahu ada apa di luar zona nyamanmu dan tentu kamu tidak akan mendapatkan apa yang bisa kamu dapatkan dari luar.


Jadi intinya, jangan anggap kalimat “You Only Live Once” merupakan kalimat yang dikhususkan bagi mereka yang ingin melakukan suatu hal yang bodoh dan aneh. Y.O.L.O dapat memotivasi kamu untuk menjadi orang yang pemberani dalam mencoba hal baru dan dapat keluar dari zona nyaman. Maka dari itu, ketika kamu sudah tahu bahwa hidup hanya sekali, jangan sia-siakan. Manfaatkan kehidupanmu untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi dirimu dan juga diri orang lain. Ketika kamu tidak mau mencoba sesuatu hal yang baru dan terus ingin berdiam di zona nyaman, inget ini: “You Only Live Once, if you don’t try it. You’ll never know. You’ll never learn. You’ll never develop yourself.” 
Read More