Jumat, 03 Februari 2017

Dimana (KE)Manusia(AN)?

                                                               (tambahkan ke- dan -an)

Pertama kali kamu membaca judul dari entry ini, mungkin sebagian dari kamu banyak yang menjawab: “ya pasti ada lah, emang lo gak liat banyak orang yang koar-koar tentang kemanusiaan? Lo gak liat gimana orang Indonesia peduli betul sama perang-perang yang terjadi di Aleppo dan sebagainya? Banyak kali dari mereka yang ngasih dana buat para korban”. Well, yeah it’s kind of kindness of those people. Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, justru hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat baik untuk dilakukan. Tetapi kenapa judul entry ini terlihat seperti tidak adanya rasa kemanusiaan di bumi? Well, sebenarnya saya mau mengingatkan sesuatu yang mungkin sudah dilupakan atau dianggap tidak penting oleh sebagian manusia. Hal yang sangat sederhana tersebutlah yang terkadang membuat saya merasa miris dan selalu menanyakan kemana rasa kemanusiaanmu sebagai manusia? Mungkin hal yang dilakukan memang terbilang sederhana tetapi saya yakin, hal sederhana tersebut pastinya akan lebih bermakna buat orang lain.

 Sebelumnya, mari kita bahas terlebih dahulu apa sih kemanusiaan itu? Jika saya baca dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (online) kemanusiaan berarti sifat-sifat manusia. Setelah membaca hal tersebut, akhirnya muncullah pertanyaan tentang apa sih perbedaan dari manusia dan binatang? Ya tentunya yang membedakan keduanya adalah sifat-sifat mereka. Manusia secara logikanya memiliki sifat yang lebih unggul apabila dibandingkan dengan binatang karena manusia diberikan akal oleh Tuhan yang selalu berkembang seiring dengan proses belajarnya seseorang. Akal dan tentunya ditambah dengan sifat kemanusiaan tersebutlah yang membedakan antara manusia dan binatang.

Okay, sebenernya saya bikin entry ini untuk mengingatkan kita sebagai manusia untuk selalu peka sama orang-orang di sekitar kita apalagi di tempat-tempat umum. Jangan sampai kita malah mendahulukan hak kita daripada mendahulukan hak orang lain yang tentunya lebih berhak mendapatkannya. Contohnya, pada saat ini masih banyak orang yang tidak peduli terhadap sesamanya di dalam kereta. Saya selalu memperhatikan orang-orang yang duduk di dalam kereta, tidak jarang saya melihat laki-laki yang duduk di dalam kereta dan memilih bersifat acuh dengan pura-pura tidur, menggunakan masker dan headset. Suatu saat saya naik kereta disana ada dua orang laki-laki, panggillah si putih dan si kuning. Penyebutan nama ini tentunya memiliki artian dimana si putih berarti seorang bapak yang sudah terbilang tua dan telah memutih rambutnya. Sedangkan si kuning adalah seorang pria di usia 20an akhir yang mewarnai rambutnya dengan warna kuning entah maksud dan tujuannya apa. Pada saat itu saya berdiri di depannya, entah apa penyebabnya ia terkadang mencuri-curi pandang kearah saya, saya mengira ia akan memberikan tempat duduknya kepada saya tetapi selama ini saya Cuma berharap dan ia tidak sama sekali memberikan tempat duduknya. Well, saya sudah terbiasa atas perlakuan seperti itu, tetapi suatu ketika ada seorang bapak-bapak yang saya panggil Pak Putih yang masuk ke dalam kereta, saya yakin betul kalau si kuning itu sadar akan kehadiran bapak ini tapi entah kenapa ia malah tetap diam dan cuek. Akhirnya saya memulai percakapan terlebih dahulu dengan si bapak putih “pak, bapak mau duduk?” dan bapak itu menjawab “gausah neng, bapak turunnya deket”. Saya yakin betul si kuning pastinya mendengarkan percakapan kami. Hingga suatu saat entah kelelahan bapak itu jongkok dan si kuning ini pun tentu tahu karna dia tidak tidur atau bahkan main HP selama perjalanan. Saking jengkelnya saya, saya pun hanya menatap muka si kuning dengan tatapan penuh arti dan juteknya hingga terjadilah tatap menatap, mungkin si kuning mengerti maksud saya untuk memberikan tempat duduknya ke si pak putih dan akhirnya ia baru menanyakan apakah si pak putih mau duduk di tempatnya. Selama perjalanan saya Cuma menggerutu dalam hati “ya Allah kenapa ini orang gak nanya sama bapak itu daritadi sih jir gak kasian apa si bapak sampe jongkok gitu baru ditanyain”.

Saat ini juga, pasti banyak sekali dari kita yang membaca berita orang yang berantem di kereta karena tidak mau memberikan bangku dikarenakan bangku itu bukan bangku prioritaslah atau apapun itu. Menurut saya apapun itu nama bangkunya mau bangku prioritas kah atau pun tidak tetap saja harus diberikan kepada mereka yang berhak. Misalnya dibangku prioritas isinya sudah penuh dengan manula, ibu-ibu hamil dan ibu-ibu bawa anak, masa iya kita dengan angkuhnya bilang “maaf ya ini bukan bangku prioritas” ya Tuhan, dimana rasa kemanusiaanmu?

Saya juga pernah sewaktu-waktu naik kereta tiba-tiba ada ibu hamil yang naik kereta tersebut, untungnya ada orang terdekat yang spontan minta tolong kepada bapak yang duduk untuk berdiri. Saya kaget bukan main mendengar jawaban si bapak itu, bukannya memberikan tempat duduk dia malah menjawab “makanya kalo hamil gak usah naik kereta” yang akhirnya berujung teriakan riuh dari para penumpang yang mendengarnya, sempet juga saya menyumpahserapahi bapak itu dalam hati. Justru jawaban dari bapak itu harusnya ditujukan kedirinya, kalau mau nyaman dan duduk selama perjalanan jangan naik transportasi umum gunakan kendaraan pribadi.


Kemanusiaan tidak selalu dikaitkan dengan suatu hal yang besar seperti peperangan dan spreading world peace, rada sulit gitu ya kalau membicarakan atau memulai sifat kemanusiaan dari hal tersebut. coba lah tebar rasa kemanusiaan dari hal-hal simpel seperti memberikan hak mu kepada mereka yang lebih membutuhkan dan tentunya lebih berhak. Jika kita lihat dari kasus tempat duduk di kereta kita bisa memberikan tempat duduk kita kepada mereka yang membutuhkan, kenapa? Karena mumpung kita masih kuat dan gagah kita harus melakukannya kepada orang lain dan pastinya ada saatnya kita sebagai perempuan hamil dan kita sebagai manusia akan menua. Ketika kita menanam kebaikan maka kita akan menuai kebaikan pula kelak.
Read More

Selasa, 13 September 2016

Putih


Putih disini bukan berarti warna putih yang ada pada bagian warna-warna netral, tetapi “Putih” disini merupakan sebuah lagu dari band indie asal Jakarta yang bernama Efek Rumah Kaca (ERK). Saya yakin banyak dari kalian pernah mendangar nama grup band indie ini dikarenakan popularitas mereka yang lumayan tinggi di dunia permusikan apabila dibandingkan dengan band-band indie lainnya. pertama kali saya mendengar nama ERK saya tidak tertarik untuk mendengarkan lagu-lagunya, tetapi pada suatu saat saya iseng mampir ke akun resmi soundcloud mereka dan mendengarkan salah satu lagunya yang berjudul “Putih”.

Putih ini sendiri merupakan single ERK pada album ketiganya yaitu “Sinestesia” yang berdurasi  9 menit 48 detik. Lagu putih ini merupakan gabungan dari lagu-lagu sebelumnya seperti lagu yang berjudul “Tiada” dan “Ada”. Kedua lagu tersebut pun merupakan lagu-lagu yang berdasarkan dari kisah hidup para personil ERK (source: efekrumahkaca.net) yang akhirnya menginspirasi mereka dalam menulis lagu ini. Menurut info dari salah satu teman saya, album sinestesia merupakan album yang isinya merupakan lagu-lagu yang dulunya sudah pernah dibuat dan digabung-gabungkan untuk menjadi satu lagu yang panjang. Dan menurut saya, yang paling keren dan menyentuh  dari semua lagu di album Sinestesia adalah Putih. Sebelum kamu membaca lebih lanjut artikel ini, ada baiknya kamu mendengarkan lagu ERK yang berjudul Putih pada akun Soundcloud resminya ERK, yaitu: https://soundcloud.com/efek_rumah_kaca.

Pada awalnya ketika mendengar lirik pertama pada lagu ini saya enggan untuk mendengarkan lebih lanjut, jujur saja pada pertama kali mendengarkan lagu ini saya takut dan merinding. Bagaimana tidak, saya mendengarkan lagu ini pada dini hari ketika semua orang sedang tertidur dan lirik pertama yang saya dengar adalah “saat kematian datang, aku berbaring dalam mobil ambulan”. Seketika saya langsung mencabut headset dan melempar headset jauh-jauh dari telinga saya. Akan tetapi keingintahuan ternyata mengalahkan segalanya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mendengarkannya lebih lanjut. Setelah saya selesai mendengarkan lagu ini respon kedua jelas-jelas berbeda dengan respon pertama saya yang kaget dan melempar headset (okay respon pertama saya cukup lebay, tetapi serius saya melakukan hal itu-_-). Respon kedua saya malah kurang responsif karena saya hanya diam tidak bergeming memikirkan dan meresapi liriknya, dan setelah itu saya menyadari kalau lagu ini sangatlah bagus.

Untuk kamu yang baru pertama kali mendengarkan lagu ini pasti kamu dapat merasakan dua emosi yang berbeda dan tentunya kamu dapat merasakan pada detik-detik keberapa lagu itu dapat mengubah emosimu yang tadinya kamu dapat merasakan rasa sedih, tangis, dan takut pada lagu ini, lalu tiba-tiba rasa tersebut berubah menjadi rasa yang penuh harapan, kebahagian, dan juga tawa. “Tiada” menceritakan tentang seseorang yang telah meninggal namun sesungguhnya ia tidak benar-benar meninggalkan keluarganya. Ia masih di sisi keluarganya dan memperhatikan aktivitas di dalam keluarga tersebut, mulai dari pembicaraan tentang penguburan hingga persiapan tahlilan untuknya. “Ada” menceritakan tentang seorang bayi yang baru lahir dan diikuti pula dengan berbagai macam harapan-harapan baik orang-orang disekitar bayi tersebut kepadanya.  Bagi saya perpindahan dari lagu “Tiada” dan “Ada” ini sukses membuat saya tersentuh.


Dari lagu “Putih” saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kehidupan hanyalah sebuah siklus. Dimana seseorang akan lahir, menjadi dewasa dan berakhir pada kematian dan hal tersebut akan terulang kembali oleh orang lain. Kita yang hidup adalah sebuah makhluk yang belum lengkap. Sebelum kita menjadi makhluk yang lengkap, ada baiknya kita melakukan hal-hal baik yang dapat kita kenang bersama, sehingga apabila kita sudah lengkap maka kelengkapan tersebut tidak akan membuat kita terlupakan.
Read More

Jumat, 09 September 2016

Penyakit sang Penulis



Pertama kali kamu baca judul artikel ini, jangan berfikir yang tidak-tidak ya haha. Maksud saya dalam artikel ini, saya mau sedikit sharing (read: curhat) kenapa saya suka telat update artikel, lalu kenapa kadang saya cuma update sehari saja padahal janjinya update seminggu dua kali, hiatus (re:cuti) kelamaan, hilang tanpa sebab dan sebagainya. Jadi, hal-hal tersebut disebabkan oleh beberapa penyakit yang diderita saya atau mungkin beberapa blogger yang aktif menulis blog. Beberapa penyakit? Iya beberapa, saya memiliki lebih dari dua penyakit yang menyebabkan hal-hal di atas. Apa saja sih penyakitnya?


1.   Malas

Well, yang satu ini merupakan penyakit dari seorang penulis termasuk saya. Jika kamu menemukan sebuah blog yang sudah tidak aktif lagi mungkin berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun maka si penulis sedang terjangkit penyakit malas yang sudah kronis. Untuk menyembuhkannya, para penulis memiliki caranya masing-masing. Cara yang dilakukan salah satu penulis belum tentu cocok untuk menyembuhkan penyakit malas kepada penulis lainnya. saya tipikal orang yang kalau malas ya tinggalin saja, tetapi bukan berarti setelah ditinggalkan saya lepas tanggung jawab ya, saya butuh beberapa hari (atau bulan) untuk tidak melakukan kegiatan tulis menulis contohnya hiatus sebulan kemarin haha (alibinya sih mudik padahal malas).

2.  Kehabisan ide

Penyakit yang ini biasanya muncul kepada penulis-penulis yang newbie seperti saya. Terkadang saya susah sekali untuk mendapatkan ide untuk menulis. Semisal saya mendapatkan suatu ide terkadang ada beberapa kendala yang akhirnya membuat saya enggan menulisnya dan mencari ide lainnya. kalau penyakit ini menyerang saya, terkadang saya butuh inspirasi yaitu menanyakan suatu tema tulisan kepada teman-teman saya atau hanya diam mendengarkan lagu sambil memperhatikan keadaan sekitar. Biasanya kedua hal ini ampuh untuk menyembuhkan penyakit saya yang satu ini. contohnya artikel “Dibalik Astameva” merupakan salah satu artikel yang saya dapatkan idenya dengan cara duduk di dalam mobil, mendengarkan lagu Life Cicla sambil melihat jalanan yang sepi di Jalan Tol Jakarta-Merak.

3.  Tidak mood

Penyakit kronis yang status kekronisannya sama dengan malas. Yap, malas dan tidak mood itu sebelas dua belas kayak kembar. Kalau kamu lagi semangat-semangatnya melakukan suatu hal tetapi tidak mood untuk menulis maka blog pun akan menjadi “mandek” atau sama saja tidak akan jalan. cara untuk menyembuhkan penyakit ini pun sama seperti dengan menyembuhkan penyakit malas yaitu dengan cara ditinggalkan saja. Menulis itu tidak hanya membutuhkan ide tapi juga mood yang baik, kalau ide banyak bermunculan di kepala namun tidak ada mood maka tulisannya pun tidak akan selesai bahkan ide-idenya pun hanya tersusun rapi di S Memo tanpa tersentuh.

4.  Tidak bisa membagi waktu

Saya tipikal orang yang bekerja melalui skala prioritas, tentunya tugas kuliah dan organisasi menempati skala prioritas pertama dan kedua. Dikarenakan tugas yang menumpuk atau organisasi yang sedang sibuk-sibuknya membuat event, maka biasanya saya mengerjakan mana yang menjadi prioritas saya terlebih dahulu. Kalau masih ada waktu, tidak kelelahan atau sedang ada mood dan rajin menulis maka saya akan menulis artikel untuk Carita Astameva. Tetapi sih lebih sering kalau udah sibuk saya akan memilih untuk hiatus selama seminggu atau dua minggu. Okay hiatus kebanyakan hahaha. Tiba-tiba Misbah pun meminta saya untuk membuat 4 artikel selama seminggu, oh really? 2 kali seminggu saja cobaannya banyak sekali. Sekarang ini saya naik jabatan di salah satu organisasi saya yang di mana akan menambah kerjaan pula, sehingga blog ini terabaikan untuk satu  bulan.

5.  Liburan banyak agenda

Sebenarnya saya menulis artikel ini pada masa saya hiatus di bulan Juli haha tepatnya 20 Juli jam 10:50 (who cares with the detail? haha), dikarenakan ada mood dan sedang rajin menulis maka saya memilih untuk menyicil artikel yang akan terbit di bulan Agustus ini (tadinya mau post artikel ini di bulan Agustus, apa daya malas dan tugas lain menguasai saya). selain malas dan tidak ada mood, liburan yang agendanya banyak pun membuat saya enggan menulis. Misalnya liburan diajak keluar kota atau keluar negeri (widih aamiin) yap hal tersebut membuat saya lupa kalau saya punya tanggungjawab yang besar di Carita Astameva.

6.   Punya hobi baru

Ini dia penyakit yang sedang melanda saya akhir-akhir ini. saya tiba-tiba punya hobi baru dan saya tertarik untuk mendalaminya lagi. Hobi apakah itu? Hobi make up! Yap apalah daya, saya seorang perempuan tulen yang gemar melihat tutorial make up di youtube tetapi memakai eyeliner pun membutuhkan 15 menit lebih untuk hasil yang maksimal. Karena hobi saya yang baru ini saya lebih sering stalk instagram atau channel youtube orang-orang yang jago dalam bidang per-make up-an.

Okay, menurut saya keenam poin di atas merupakan penyakit yang statusnya kronis, kronis sekali sampai ke yang kronis super bagi para penulis blog (kayaknya sih lebih condong ke saya saja). Tetapi kalau kita lihat keenam poin di atas jangan sampai kamu menganggap bahwa membuat blog itu tidak sama sekali menyenangkan atau malah merasa menyulitkan kamu, sekali lagi tidak sama sekali. Tentu saja, dengan aktif dan rajin menulis artikel di blog akan melatih kamu dalam berbagai macam hal. Misalnya terlatih untuk menulis dan menyampaikan fikiran dalam bentuk tulisan, melatih diri untuk disiplin dan konsisten pada tanggungjawab yang kamu punya dan sebagainya.

Titik kepuasaan dalam menulis blog (tentunya aktif ya blognya dan selalu di update) adalah ketika kamu bertemu dengan teman lamamu yang sudah lama tidak berjumpa tiba-tiba mereka bilang “eh gue baca blog lu loh”, “eh gue ngikutin blog lu masa, gue nungguin update-annya mulu” atau semisal ada teman kamu yang bertanya “eh blog lu gimana? Ada update-an baru? Gue mau baca dong” dan juga berbagai macam pujian-pujian yang diberikan oleh teman-temanmu. Ketika kamu mengetahui ternyata ada banyak orang yang membaca blog-mu, nah disitulah titik kepuasannya. Jadi ada baiknya kamu mencoba hal baru dan mengeksplor diri kamu dalam bidang tulis menulis di blog, bagi kamu yang sudah punya blog tetapi tidak aktif lagi, ayo mulai buka kembali blog-nya dan ramaikan blog-mu. Selamat mencoba.
Read More

Selasa, 09 Agustus 2016

Dibalik Astameva


Sebelum artikel ini, sebenarnya saya sudah membahas tentang asal-usul dan alasan mengapa blog ini diberi nama Carita Astameva. Untuk kamu yang belum pernah membaca artikel tersebut, saya akan mengulasnya sedikit pada artikel ini. jadi, kata “Astameva” dalam blog ini merupakan suatu kata yang saya ambil dari judul lagu yang serupa yaitu Astam Eva. Lagu tersebut dinyanyikan oleh salah satu grup band indie yang bernama Life Cicla. Artikel ini tidak akan menceritakan kembali tentang pemilihan nama blog, tetapi saya akan membahas lebih lanjut tentang lagu Astam Eva yang menurut saya penuh dengan makna positif. *mari tebar positive vibes*

Life Cicla merupakan grup band indie asal Cibinong, Bogor. Nama Life Cicla ini sendiri pun di ambil dari konsep musik mereka yang berisi tentang bagaimana menjalani dan memandang kehidupan (source: https://m.facebook.com/LIFE-CICLA). Pertama kali saya mendengar grup band ini dari salah satu acara televisi swasta yang  selalu membuat satu sesi untuk mengenalkan masyarakat kepada band-band indie yang ada di Indonesia.  Sebenarnya, saya tidak mendengarkan performance mereka saat acara berlangsung, namun entah kenapa saya tertarik untuk mencari tahu tentang lagu-lagu mereka. Lalu ketika saya search di soundcloud, saya menemukan satu judul lagu yang asing sekali untuk dibaca, judul tersebut yaitu Astam Eva. Saya merupakan orang yang sangat pemilih dalam urusan lagu-lagu indie, tidak semua lagu indie bisa “saklek” di telinga saya, tetapi entah kenapa lagu Astam Eva ini bisa langsung “klik” di telinga dan tentunya selera saya. Untuk membaca lebih lanjut artikel ini, ada baiknya kamu mendengarkan lagunya terlebih dahulu di akun soundcloud Life Cicla https://soundcloud.com/lifecicla/astameva.

Astam Eva merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti yaitu istimewa, kalau kamu mendengarkan dan membaca dengan seksama lirik lagu ini maka kamu akan paham. Lagu ini memiliki makna yang positif, semua lirik pun memiliki makna yang baik namun ada beberapa bait lirik yang menurut saya sangat baik, bagus, wise dan cocok untuk dijadikan life quotation bagi semua orang. Liriknya adalah “percayalah Dia ciptakan manusia istimewa tiada yang sempurna, bersyukurlah kelebihan dan kekurangan adalah sebuah anugerah”. Lirik ini menurut saya sudah menggambarkan seluruh isi dari lagu Astam Eva. Tak hanya itu, pada lagu Astam Eva ini pun memasukkan unsur-unsur puitis dalam liriknya, misalnya lirik ini: “mata yang telah terbuka melihat dunia tanpa suara, telinga mendengar alunan nada tanpa rupa”. Dari lirik tersebut menggambarkan meskipun mata dan telinga pun memiliki kelebihan dan tentu kekurangannya masing-masing.

Dari kedua lirik yang sudah saya beritahu, maka dapat disimpulkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. setiap manusia pastinya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tidak seharusnya kamu minder dikarenakan oleh kekuranganmu dan tidak seharusnya juga kamu menyombongkan diri dikarenakan kelebihanmu karena semua manusia diciptakan tidak ada yang sempurna. Mungkin beberapa dari kamu melihat banyak teman kamu yang expert dalam suatu hal seperti public speaking, design grafis, menyanyi, akuntansi, bahkan expert dalam menghafal atau mengerti suatu teori yang dimana kamu membutuhkan 5 kali membaca ulang buku-buku tersebut untuk mengerti satu teori saja. Tetapi tahukah kamu? Kamu pastinya memiliki kelebihan yang berbeda dengan teman-temanmu. Jadi, janganlah kamu minder atau malah menutup diri. Galilah potensi yang ada di dalam diri kamu. Beberapa dari kamu pun mungkin melihat banyak teman-teman kamu yang kurang dari berbagai macam bidang, tapi bukan berarti kamu harus menyombongkan diri, ada baiknya kamu membantu teman-temanmu dengan kelebihan yang kamu punya. Even mata dan telinga pun saling melengkapi agar manusia dapat merasakan suatu momen.


Lagu ini tidak hanya memberikan makna pada kehidupan sosial dalam bidang mikro saja, namun juga memberikan makna terhadap kehidupan sosial dalam bidang makro. Lagu ini memberitahu kepada kita bahwa perbedaan bukanlah suatu musuh atau suatu hal yang tidak baik maka muncullah pemikiran bahwa perbedaan itu harus dilenyapkan atau disamaratakan, sekali lagi tidak. Justru, lagu ini mengajak kita agar kita dapat memiliki rasa toleransi bahkan mengajak kita untuk saling menyayangi walaupun adanya perbedaan, apapun itu perbedaannya entah itu jenis kelamin, suku, ras, agama ataupun golongan. Perbedaan itu bukanlah suatu hal yang memisahkan, tetapi perbedaanlah yang mempererat kita menjadi suatu bangsa Indonesia. Bayangkan saja, bagaimana puzzle bisa bersatu apabila semua pieces puzzle memiliki sisi yang sama. Sekali lagi, dibalik kekurangan kita pasti ada kelebihan yang berbeda dari yang lainnya. Dibalik kelebihan pun pasti akan ada orang yang lebih lagi maka tak seharusnya kita menyombongkan diri. Perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan, namun perbedaanlah yang dapat mempererat kita.
Read More

Selasa, 02 Agustus 2016

Sayangi Bumi


Finally, setelah cuti sebulan dalam tulis-menulis blog, akhirnya Carita Astameva kembali update. Seperti biasa Carita Astameva akan meng-update dua artikel setiap minggunya. Tetapi kemungkinan akan ada perubahan hari dalam meng-update atau mem-publish artikel dikarenakan jadwal kuliah yang baru. Sebelumnya juga, kedua author Carita Astameva ingin mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf apabila ada beberapa kata-kata bahkan kalimat-kalimat dari artikel Carita Astameva yang pernah menyinggung teman-teman sekalian.

Beberapa minggu yang lalu setelah lebaran, saya pergi ke rumah nenek dan kakek saya di daerah Kabupaten Sukabumi, persisnya yaitu di Palabuhan Ratu. Jika kamu mendengar kata Palabuhan Ratu pasti yang terlintas di kepala kamu tidak lebih dan tidak kurang adalah pantai selatannya yang penuh akan misteri dari Nyai Roro Kidul. Pada artikel ini saya tidak akan membicarakan tentang kemistisan dari Nyai Roro Kidul atau pun mitos tentang memakai baju warna hijau saat pergi ke pantai  Palabuhan Ratu, tetapi saya akan membicarakan tentang pantai Palabuhan Ratu itu sendiri.

Pantai Palabuhan Ratu selain terkenal akan kemistisannya, terkenal juga akan ombaknya yang besar dan asik untuk dijelajahi bagi para peselancar handal. Seperti artis sekaligus perselancar terkenal Fathir pun sering sekali mendatangi pantai ini untuk menjelajahi ombaknya. Tak hanya bagi para peselancar handal saja, masyarakat setempat bahkan masyarakat dari luar kota Palabuhan Ratu pun suka sekali pergi ke pantai ini meskipun hanya untuk berekreasi. Akan tetapi banyaknya pendatang malah membawa dampak negatif salah satunya adalah sampah. Jika kamu sering browsing atau pengguna internet aktif pasti kamu pernah melihat sebuah meme yang sifatnya sarkas. Dari meme tersebut diceritakan bahwa footprints atau jejak-jejak  dari  manusia adalah sampah. Meme ini tidak hanya bersifat sarkas namun juga menjelaskan sebuah fakta bahwa banyak manusia yang tidak peduli dengan alam sekitarnya sehingga dengan kedatangan manusia pada suatu tempat akan ditandai dengan adanya sampah.

Apabila saya melihat kondisi pantai Palabuhan Ratu setiap tahunnya pasti sampah di pantai tidak pernah terkelola dengan baik, ada saja sampah yang berserakan di mana-mana. Sampah-sampah tersebut dapat  berupa plastik makanan dan minuman kemasan, stereoform dari makanan atau mie instan, batok dan serabut kelapa dan sebagainya. Bahkan lucunya, ketika saya sedang berenang bersama adik sepupu saya yang baru berusia 10 tahun, tiba-tiba adik saya teriak memanggil dan seketika itu ia memberitahu saya “kak Beby aya cangcut tah di dinga, ih geleuh” (kak beby ada celana dalam tuh disitu, ih jijik). Jelas-jelas saya kaget, masa iya ada celana dalam mengapung di laut? Lebih tepatnya sih saya hanya memikirkan betapa malangnya si pemilik celana dalam yang hanyut ini, entah bagaimana ia akan mengganti pakaian dalamnya setelah berenang di laut. Ketika saya lihat memang benda tersebut berwarna krem, bentuknya kecil dan seperti terbuat dari bahan namun saya tidak tahu itu bahan apa. Sepintas memang seperti celana dalam tetapi nyatanya itu adalah karung yang sudah terobek-robek dan tidak berbentuk. Kemungkinan karung tersebut dibuang oleh nelayan dan tercabik-cabik oleh ombak dan batu karang yang akhirnya terbawa sampai ke bibir pantai.

Seharusnya warga setempat terutama bagi mereka yang berjualan mulai sadar akan kondisi pantai yang semakin kotor. Apabila pantai menjadi lebih kotor maka dampaknya pun akan menimpa mereka juga, tidak akan ada lagi orang yang mau mengunjungi pantai Palabuhan Ratu dan tentunya dagangan mereka menjadi tidak laku. Kotornya laut pun akan memberikan dampak negatif untuk para nelayan setempat, ikan tidak akan mau tinggal di habitat yang kotor dan hal tersebut akan mengurangi hasil penangkapan dari para nelayan. Ada baiknya, para pedagang, nelayan dan pemerintah setempat mulai menyediakan tempat sampah setiap beberapa meter di pantai. Tak perlu lah tempat yang bagus dan mahal cukuplah dengan tong-tong bekas minyak atau stereoform bekas tempat ikan-ikan yang dijual di pelelangan ikan dekat pantai. Pengunjung pantai pun harus mau bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan, janganlah membuang sampah makanan atau sampah dalam bentuk apapun di pantai. Pantai yang bersih pun akan memberikan kenyamanan yang lebih bagi para pengunjungnya. Bayangkan saja ketika berenang di laut tiba-tiba ada suatu benda yang bergerak terbawa ombak menggelitiki kaki-kaki kita, pastinya tidak akan nyaman kan?


Tujuan dari artikel ini tidak hanya untuk mengajak kamu menjaga kebersihan pantai Palabuhan Ratu atau menjaga kebersihan pantai saja, tetapi tujuan dari artikel ini untuk mengingatkan bahwa apabila bumi dan alam tidak kita jaga dan tidak kita sayangi maka siapa lagi yang akan menjaga dan menyayangi bumi ini? bumi beserta alamnya adalah sahabat bagi para manusia, apabila bumi beserta alamnya tidak dijaga maka suatu saat bumi akan “murka” dan tentunya akan “menghukum” manusia. Tangkapan ikan yang semakin menyusut dikarenakan laut yang kotor merupakan salah satu dari “kemurkaan” alam dan “hukuman” sekaligus pengingat bagi manusia untuk terus menjaga alam. Maka dari itu, mulai dari sekarang dan mulai dari kesadaran diri sendiri dahulu mari kita jaga dan sayangi bumi beserta alamnya.
Read More

Selasa, 05 Juli 2016

Happy Eid Mubarak!



30 hari di Bulan Ramadhan sudah berlalu, semoga semua amal ibadah dan puasa kita diterima oleh Allah SWT dan semoga kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi di kemudian hari. Dengan ini, kami author blog Carita Astameva mengucapkan: Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin! 

Bagi kamu yang mudik semoga Allah selalu menjaga kamu dan juga keluarga. Bagi kamu yang tidak mudik, ya semoga liburanmu menyenangkan meskipun kamu harus stay di rumah. buat kamu-kamu yang belum menerima nilai IP semester genap semoga nilaimu memuaskan dan tidak mengurangi IPK-nya ya. Semoga THR nya dapat banyak ya! Haha.

Dikarenakan kedua author blog Carita Astameva diharuskan untuk mudik ke kampung masing-masing maka dari itu kami menyatakan akan hiatus terlebih dahulu hingga awal Agustus. Maklum di kampung, kami sulit mendapatkan sinyal dan tentunya sulit untuk mendapatkan waktu untuk menulis hehe. Jadi ditunggu ya update blog Carita Astameva pada awal Agustus. Sekali lagi, Happy Eid Mubarak!
Read More

Selasa, 28 Juni 2016

8 Makhluk Kecil yang Menyebalkan



Tuhan menciptakan banyak hal di bumi ini. mulai dari manusia, binatang, makhluk hidup yang kasat mata (jangan bilang makhluk halus ya-_-) sampai ke benda-benda yang tidak bernyawa. Dengan semua ciptaan Tuhan kita harus bersyukur, tetapi tahu kah kamu? Dari semua hal yang saya sebut ada beberapa hal yang sangat annoying. Suatu hal yang kecil, makhluk hidup dan selalu bersama kita walaupun kita berpindah tempat ke kota atau pun ke negara lain. Meskipun bentuknya yang kecil tapi banyak dari kamu (termasuk saya) menginginkan kalau makhluk kecil ini lebih baik gak usah diciptakan di muka bumi ini karena kehadirannya sangat mengganggu dan tidak enak dilihat mata. Makhluk kecil apakah itu? Check this out, siapa tau ada makhluk kecil yang benar-benar membuatmu sangat terganggu dikarenakan kehadirannya.

   1. Nyamuk

Okay, nyamuk adalah binatang kecil yang berterbangan di dalam rumah atau pun di luar rumah. Yang paling menyebalkan nyamuk terkadang suka berterbangan di sekitar telinga kamu, sehingga kamu dapat mendengar dengungan dari kepakan sayap. Belum lagi kalau nyamuk itu hinggap dan mengisap darah kamu. Bagaimana tidak annoying? Sudah di fogging, diberi penyemprot nyamuk hingga beli raket nyamuk mereka tetap saja jumlahnya banyak dan selalu saja mampir ke rumah untuk mencari makan.

         2.   Lalat

Binatang yang satu ini memang sangat annoying kalau sudah hinggap di makanan kita. Kita tahu sendiri kalau lalat suka hinggap di tempat-tempat yang kotor sehingga kedatangannya kadang suka mengganggu apalagi kalau sudah mehinggapi makanan, pasti kita sudah mencap kalau makanan kita sudah terkontaminasi berbagai macam bakteri yang dibawa si lalat. Meskipun sudah ada lilin di meja makan tapi tetap saja lalat terus berputar-putar di area meja makan.

         3.       Kecoak

Yang satu ini pasti merupakan binatang hina bagi sebagian banyak orang (kasian sekali kecoak dihina-hina :’() apalagi kalau kecoak ini mulai berterbangan dengan sayapnya itu. Sebagian orang terkadang merasa terancam apabila kecoak sudah mulai beraksi dengan berterbangan sana kemari. Dengan gerakan kecoak yang sangat lincah dapat membuat kita lelah untuk memukulnya belum lagi kalau kecoak melintasi kaki kita dengan gerakan yang sok innocent. Hal seperti ini yang membuat kecoak sangat menyebalkan di mata sebagian orang. Saya jadi teringat salah satu teman saya, dia sangat membenci kecoak sampai-sampai dia menghabiskan satu kaleng penuh cairan pengusir serangga untuk mengusir kecoak dari kontrakannya. Teman saya itu lelaki tulen, by the way.

         4.       Cicak

Ah! Yang satu ini memang paling paling annoying memang. Saya benci sekali apabila harus berpapasan binatang kecil ini di dalam kamar mandi. Belum lagi kalau terkadang cicak ini suka lompat-lompatan apabila saya membuka pintu kamar mandi atau membuka sesuatu. Entahlah, bagi saya cicak itu binatang yang paling enggak banget-_-“ mukanya serem, warnanya begitu, bentuknya aneh, bunyinya berisik. Ya Allah kenapa harus ada cicak di muka bumi ini? Maafkan aku cicak, saya membencimu-_-

         5.       Semut

Semut gak se-annoying ke empat binatang di atas sih, tapi siapa yang gak bete kalau rumahnya didatangi oleh semut. Belum lagi kalau semutnya mengerubungi makanan di meja makan. Rumah yang bersih tetapi didatangi oleh semut-semut akan membuat rumah terlihat kotor. Apalagi kalau semut yang datang adalah semut merah atau semut yang besar, pastinya akan sangat menganggu kalau sampai menggigit tubuhmu.

          6.       Tawon

Binatang ini emang kadang suka tiba-tiba ngedeketin kalau kita sedang berada di tempat yang banyak pepohonan atau bunga. Tidak ada salah, tidak memanggil dan tidak diundang tiba-tiba binatang ini mendekati kamu tanpa jelas tujuannya apa. Jelas kita merasa terancam dengan kehadirannya. Bagaimana kalau tiba-tiba dia menyengat kita? Pasti itu yang ada dipikiran kita dan secara spontan kita komat-kamit “pait-pait-pait” sampai tawon itu pergi meninggalkan kita. Sengatan tawon bisa membuat kita nyeri dan juga demam bagi beberapa orang.

         7.       Kutu rambut

Duh, siapa yang kuat sih rambut yang gatal di karenakan kutu? Mau digaruk eh tapi lagi di tempat umum. Nanti dibilang kutuan lagi atau malah nanti disama-samain sama monyet lagi suka garuk-garuk (entah dari mana asalnya kenapa orang yang suka garuk-garuk kepala suka diledekin kayak monyet-_-). Rambut yang lengket dikarenakan keringat pun dapat menyebabkan gatel di kepalamu makin bertambah. Wah, pokoknya sangat annoying sekali apabila ada kehadiran kutu di rambut kita.

        8.       Laron

Binatang super kecil yang terlihat sedikit besar dikarenakan sayapnya yang over-size dan suka berterbangan kesana-kemari dibawah lampu-lampu. Entahlah, bagi saya satu binatang ini juga annoying. Dulu, saya pernah pergi ke suatu tempat di daerah Jawa menggunakan bis. Karena bis nya adalah bis sewaan untuk tamasya sehingga ketika waktu magrib kita bisa meminta supir bis untuk mencari peristirahatan untuk sholat. Ketika saya masuk ke tempat wudhu, disana banyak sekali laron berterbangan kesana kemari, mungkin ada ratusan laron yang berterbangan, ratusan laron yang hinggap di dinding dan juga ratusan laron yang jatuh di lantai yang basah. Mau wudhu pun tak segan masuk ke dalam tempat wudhu nya sehingga saya prefer beli air mineral dan wudhu diluar.


Meskipun kedelapan binatang di atas merupakan binatang yang annoying tapi tetap saja binatang itu ciptaan Tuhan. Meskipun Tuhan telah menciptakan binatang yang menurut kita menjijikan dan annoying tetap saja kita harus bersyukur dengan apa yang sudah diciptakan Tuhan. Bayangkan saja kalau Tuhan tidak menciptakan binatang-binatang tersebut, mungkin kamu tidak mempunyai cerita yang seperti ini untuk di share bersama teman-teman dan tertawa bersama. 
Read More