Sabtu, 25 Juni 2016

7 Cara Asik Liburan Tanpa Keluar Kota


Akhirnya, masa-masa sulit saya di kuliahan semester empat ini berakhir juga. Yap, setiap mahasiswa pastinya memiliki tiga kali masa sulit dalam setiap perkuliahannya. Tiga masa sulitnya yaitu masa-masa saat UTS, saat UAS dan juga saat skripsi. Ketiga masa-masa itu tentunya mengorbankan banyak hal seperti tenaga, pikiran, uang dan waktu. Maka dari itu, saya memilih absen terlebih dahulu dalam menulis blog seminggu kemarin dikarenakan banyaknya tugas dan materi yang harus saya mengerti untuk menjalankan UAS semester genap (tetiba nangis mengingat minggu-minggu yang keras kemarin T_T).

UAS selesai berarti liburan hari raya sebentar lagi akan datang. Malam ini adalah malam yang ke 20 di bulan Ramadhan, kurang lebih ada 9 hari lagi menuju hari raya! Banyak orang yang akan bersiap-siap menuju kampung halaman, begitu pula bagi kamu anak kosan yang jauh merantau dari tanah kelahiran untuk menuntut ilmu. Keluarga, makanan khas di daerahmu dan lingkungannya pastinya menjadi hal-hal yang akan me-refresh pikiran kamu setelah empat bulan digojlok abis-abisan dengan berbagai macam teori, hitung-hitungan, makalah, paper, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana dengan kamu yang tidak pulang kampung dan memang tidak memiliki kampung? Bagaimana bisa kamu bisa me-refresh pikiran dari segala macam kepenatan yang disebabkan oleh para dosen yang selalu mengojlok kamu dengan berbagai macam pertanyaan, makalah dan teori dengan cara berdiam diri di rumah? Jangan khawatir, saya akan menuliskan beberapa hal yang bisa kamu lakukan di rumah saat liburan. Selamat membaca dan mencoba!


   1.  Masak

Bagi kamu yang suka makan, apa salahnya kamu untuk mencoba memasak makanan-makanan kesukaanmu atau mencoba masakan-masakan yang tidak pernah kamu masak sebelumnya. banyaknya orang yang pulang pada hari raya akan  mempermudahkan kamu untuk mencari bahan-bahan masakan di supermarket. Kamu tidak perlu beramai-ramai dan berdesak-desakan di dalam supermarket. Dengan memasak kamu bisa mengusir kejenuhan dan juga mengusir rasa lapar yang mengganggu perutmu. 

   2.  Movie marathon

Yang satu ini selalu ampuh untuk mengusir hari-hari yang membosankan. Tidak perlu kamu membeli DVD film-film terbaru, kamu bisa meminjamnya di DVD rental atau malah mendownload beberapa film dari internet (okay, I teach you bad thing here haha). Kamu pun bisa mengajak beberapa temanmu yang tidak pulang kampung untuk menonton film bersama. Jangan lupa sediakan popcorn dan tempat yang nyaman untuk ber-movie marathon.

   3.  Membaca

Kalau kamu tertarik sama suatu buku, saya yakin kamu rela menghabiskan banyak waktu untuk berdiam diri di kamar dan terus membacanya hingga selesai. Kalau kamu tidak memiliki buku baru untuk dibaca, kamu tidak perlu membeli yang baru. Kamu bisa saja membacanya dari internet, aplikasi, atau meminjam buku dari peminjaman buku yang terdekat.

   
      4. Menggulung 

Apa? Menggulung? Apa itu menggulung? (saya pun berpikir kenapa kata ini yang terlintas di kepala saya-_-). Iya, maksud saya menggulung disini adalah bermalas-malasan di atas kasur dan menggulung diri dengan selimut di pagi hari yang dingin. Setelah hari-hari yang berat, tidak ada salahnya kamu memberikan dirimu reward berupa bermalas-malasan seharian penuh. Tapi jangan kebablasan ya.

   5. Pergi ke theme park

Yap! Pergi ke theme park! Theme park merupakan suatu taman bermain yang dipenuhi dengan berbagai macam wahana permainan. Saya rasa pergi ke tempat hiburan saat orang lain pergi pulang kampung akan menyenangkan. Kamu di perlu bermacet-macet ria di saat perjalanannya dan tentunya kamu tidak terlalu lama mengantri ketika kamu ingin mencoba suatu wahana permainan.

   6.  Keliling Jakarta

Kita semua sudah tahu, ketika hari raya akan menjelang jalanan di Jakarta pastinya sepi dikarenakan setengah atau bahkan lebih penduduk di Jakarta pergi keluar kota untuk berjumpa sanak keluarganya. Bagi kamu yang berdomisili di Jakarta, hal seperti ini dapat kita manfaatkan dengan berjalan-jalan di pusat kota Jakarta. tetapi, saran dari saya janganlah kamu pergi ke Tanah Abang pada saat-saat seperti ini dikarenakan pastinya semua tempat penjualan akan tutup (siapa juga mau ke Tanah Abang pas lagi lebaran-_-)

  7.  Nge-blog

Yep, nge-blog. Bagi kamu yang lagi gabut, nge-blog merupakan aktivitas yang memakan waktu. Bagi kamu yang tidak punya teman untuk malam mingguan, nge-blog pun akan menjadi salah satu aktivitas yang mengasyikan. Begitu pun ketika yang lain pulang kampung, kamu bisa menghabiskan waktu kamu dengan nge-blog. Setidaknya, dengan nge-blog waktumu tidak habis dengan sia-sia, kamu pun dapat mengasah tulisan kamu dan menyebarkan manfaat-manfaat, positive vibes, atau hiburan.


Okay, semoga tujuh hal di atas dapat membantu kamu dalam me-refresh diri kamu setelah lelah ber-UAS ria walaupun kamu tidak berlibur atau pulang kampung. Selamat mencoba!
Read More

Selasa, 14 Juni 2016

7 Ekspektasi MABA di Dunia Perkuliahan



Masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling menyenangkan saat jenjang pendidikan sekolah. Pada masa SMA kamu mulai bertemu dengan yang namanya sahabat, mulai belajar berorganisasi, mulai menyukai lawan jenis, mulai berani mencoba hal yang baru dan sebagainya. Namun tentunya kita tidak akan selamanya berada di jenjang SMA, hanya dibutuhkan 3 tahun saja untuk merasakan masa-masa indah ini sebelum kamu berpindah ke jenjang perkuliahan. Ketika kamu lulus dari SMA dan sudah mendapatkan kampus idaman kamu, pada saat itulah akhirnya kamu disebut sebagai Mahasiswa Baru alias MABA. Biasanya predikat ini akan terus melabeli kamu sampai kamu semester 2.

Saya sewaktu menjadi MABA memiliki beberapa-beberapa ekspektasi di dunia perkuliahan yang ternyata ekspektasi saya itu sangat meleset dari kenyataannya, maka dari itu sebelum kamu para MABA-MABA mengharapkan sesuatu yang indah-indah dan akhirnya terbang ke langit dan terjatuh setelah sadar akan realita yang ada, ada baiknya saya merangkum 7 ekspektasi-ekspektasi yang sering muncul saat kamu baru menjadi MABA.

    1.       Jadwal perkuliahan fleksibel
Memang jadwal perkuliahan itu fleksibel, bahkan sangat fleksibel sehingga kita bisa mengganti jadwal perkuliahan ini. Tapi tahu kah kamu? Jadwal perkuliahan yang fleksibel ini hanya diperuntukkan bagi para dosen saja. Misalkan, ketika dosen berhalangan masuk karena kesibukannya atau dikarenakan urusan pribadinya, dosen dengan seenaknya bisa mengganti jadwal perkuliahannya. Sedangkan apabila mahasiswa/i berhalangan masuk, absensinya akan ternodai dan dapat mengurangi nilai akhir mata kuliah tersebut.

    2.Tugasnya dikit
Saya gak ngerti kenapa jaman saya SMA punya pemikiran kayak gini, jadi untuk kamu yang punya pemikiran macam gini mendingan dari sekarang cepat-cepat dihilangkan karena ekspektasimu itu terlalu jauh dari realita. Coba bayangkan, kamu akan diberi sekurangnya 7 mata kuliah setiap semesternya, biasanya 4 sampai 5 mata kuliah akan memberikan tugas berupa review dari bacaan yang telah diberikan oleh para dosen. Tugas-tugas ini biasanya akan setia menemani kamu setiap malam.

     3.Kuliah kayak yang di FTV
Berangkat – nyampe – ngobrol sama temen – nongkrong – pulang. Ya kali dah. Ini pemikiran paling salah di abad ini. Kuliah itu gak sesimpel berangkat terus nongkrong lalu pulang. Biasanya di semester awal justru semester yang di mana perkuliahan kamu sedang padat-padatnya karena pastinya kamu bakal dipaketin atau ambil mata kuliah full 21 SKS, dan tentunya dikarenakan mata kuliah yang banyak ini menyebabkan tugas-tugas kuliah pun menjadi banyak.

     4. Peraturan gak seketat sekolah
Yang satu ini memang ada benarnya. Di dunia perkuliahan peraturan tidak seketat di sekolah, anak laki-laki diperbolehkan berambut panjang, semuanya diperbolehkan memakai baju bebas dan sebagainya. Tetapi semua itu tergantung kepada dosen yang mengajar. Apabila dosen yang mengajar memang suka mahasiswa/i yang berpenampilan rapi maka mau tidak mau kamu harus berpenampilan rapi kalau tidak kamu akan mendapatkan sanksi dari dosen tersebut bisa berupa teguran, dikeluarkan dari kelas atau malah “bermain” dengan nilai akhirmu. Saya jadi teringat teman kelas saya, dia memakai jeans belel dan bolong dibagian lutut saat ke kampus. Ketika dosen masuk dan melihat celana jeans teman saya tersebut, dosennya langsung marah dan memerintahkan teman saya untuk pulang dan mengganti celananya. Kebetulan pada saat itu kami sedang melaksanakan UTS sehingga teman saya mau tidak mau harus merelakan setengah jam waktu UTS nya untuk mengganti celananya. Intinya peraturan perkuliahan pun sama ketatnya dengan sekolah tergantung dosen yang mengajar.

       5. UTS atau UAS bisa take home
Saat saya jadi MABA satu hal ini yang saya tunggu-tunggu sejak SMA, saat dimana ujian bisa take home. Ketika saatnya datang, ternyata ujian itu lebih sulit dua kali lipat dari ujian yang biasanya kita lakukan di kelas. Ujian take home bisa berupa review buku yang menggunakan bahasa Inggris, bikin makalah dan penelitian kecil-kecilan atau menjawab pertanyaan yang telah diberikan dosen namun jawabannya tidak ada di buku yang kita punya, jadi kita harus aktif mencari buku-buku di perpustakaan atau bahkan browsing.

       6. Gak ada yang cerewet kayak guru
Emang sih dosen kebanyakan gak pedulian sama tugas-tugas kamu, sama absensi kamu dan sebagainya karena mereka sadar, bukan waktunya lagi kamu harus di cerewetin masalah tugas atau absensi. Sudah saatnya kamu sadar sendiri sama kewajiban kamu. Dosen emang gak cerewet tapi biasanya mereka bermain di nilai akhir. Ketika kamu gak ngerjain tugas atau absensi kamu gak lengkap pasti saja ada beberapa poin yang hilang di nilai akhir kamu. Meskipun mereka gak cerewet tapi penilaian mereka di nilai akhir akan tergantung dengan sikap dan keaktifan kamu di kelas.

      7. Bisa titip absen
Gak selamanya di dunia perkuliahan kamu bisa titip absen ke teman kamu lalu kamu kabur entah kemana, nyatanya saja saya sudah semester 4 sekarang tapi saya gak pernah bisa sekali pun untuk titip absen dikarenakan dosen-dosennya rajin untuk mengabsen nama kita satu-satu.

Mau bagaimana dunia perkuliahan itu sangat berbeda dari dunia sekolah, karena di dunia perkuliahan kamu dituntut untuk bisa melakukan apapun sendiri. Gak akan ada lagi quote ”masuk bareng-bareng keluar bareng-bareng” seperti masa-masa di dunia persekolahan. Semales-malesnya, senakal-nakalnya kamu di sekolah pada akhirnya kamu akan lulus bareng-bareng juga. Beda hal di perkuliahan, semua tergantung bagaimana kamu bersikap, bagaimana tanggungjawabmu, dan bagaimana kebiasaan kamu. Kalau kamu bersikap masa bodo, kalau kamu gak mau bertanggungjawab sama tugas-tugasmu dan kalau kamu kebiasaan males, pada akhirnya kamu bakal terlambat lulus jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatanmu yang lebih rajin dan bertanggung jawab.


Bukan berarti juga perkuliahan itu suatu hal yang menyeramkan dan melelahkan. Ada saatnya kamu bersenang-senang bersama teman-teman kuliahmu dan bahkan dosen-dosen. Semuanya tergantung bagaimana kamu akan menyikapinya. So, I have one tips for you, freshman: everything gonna be okay if you have good responsiblity, if you throw away your laziness and of course enjoy every process.
Read More

Sabtu, 11 Juni 2016

Cinta dalam perspektif Exchange Theory



Cinta merupakan suatu faktor pembeda antara manusia dengan binatang dan antara manusia dengan robot. Binatang hanya memiliki naluri dan nafsu dalam kehidupannya sedangkan robot adalah suatu benda yang bisa saja dibentuk memiliki fisik yang sama dengan manusia, tetapi robot hanyalah sebuah mesin yang diatur oleh manusia tanpa bisa mencerna apa yang diperintahkan. Cinta merupakan salah satu sifat dasar dari manusia, dari buku filsafat yang pernah saya baca cinta merupakan suatu faktor di mana dua orang dapat bertemu dan pertemuan tersebut disebut pertemuan intrasubyektif (pertemuan antar pribadi).

Tetapi bagaimana cinta dipandang oleh orang-orang yang mempunyai paham Exchange theory? Sebelum saya membahas hal tersebut, ada baiknya apabila saya membahas exchange theory terlebih dahulu. Jadi, exchange theory ini bisa disebut juga teori pertukaran. Dalam artikel ini saya akan membahas lebih lanjut teori pertukaran dari sudut pandang salah satu tokoh sosiologi modern yang bernama Peter M. Blau. Konsep Blau tentang teori pertukaran terbatas kepada tingkah laku yang mendatangkan imbalan dan seseorang akan berhenti kalau dia berasumsi bahwa tidak bakal ada lagi imbalan yang dapat ia terima.

Jadi menurut Blau, seseorang akan tertarik akan sesuatu apabila ada timbal balik kepada dirinya berupa imbalan. Imbalan itu sendiri terbagi atas dua sifat yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik merupakan imbalan yang sifatnya seperti afeksi, cinta, pujian atau penghargaan dan sebagainya. Sedangkan ekstrinsik merupakan imbalan yang sifatnya berupa uang atau barang-barang lainnya (materi). Imbalan ini akan yang menjadi barometer apa seseorang itu makin tertarik atau terikat pada sesuatu atau malah makin menjauh dari sesuatu.

Apabila kita kaitkan dengan cinta, bisa dikatakan bahwa cinta memang sifat dasar dari manusia tetapi tidak ada cinta yang benar-benar tulus menurut teori pertukaran ini. Misalkan, ada seseorang perempuan yang cinta kepada seorang laki-laki dikarenakan hartanya yang melimpah. Bagi si perempuan, ia bisa saja memberikan cinta dan afeksi tetapi laki-laki itu harus memberikannya imbalan yang lebih yaitu berupa harta atau benda-benda. Apabila si perempuan ini tidak mendapatkan imbalannya, maka si perempuan itu cepat atau lambat akan menjauh dan pergi dari laki-laki itu.

Contoh diatas memang sangat jelas kalau cinta si perempuan itu benar-benar tidak tulus. Tetapi, saya ingin mengajak kamu melihat cinta dalam perspektif yang lain yaitu dari perspektif exchange theory atau teori pertukaran. Jawablah pertanyaan saya ini dengan jawaban yang sejujurnya: pernah kah kamu mendengar cerita atau curhatan teman atau saudara atau bahkan diri kamu sendiri tentang  1). Putus gara-gara pacarnya sibuk? 2.) berantem gara-gara pacarnya sering sekali slow respond saat balas chat? 3.) ngambek-ngambekkan gara-gara pacarnya sering main sama teman-temannya? 4.) berantem gara-gara pacarnya gak bisa ngertiin? 5.) putus gara-gara pacarnya terlalu cuek?
Apabila kamu jawab “Ya” pada salah satu dari kelima pertanyaan di atas, hal tersebut sudah menandakan kalau cinta itu tidak tulus. Loh? Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Ketika kamu  mencintai seseorang, apa yang akan kamu inginkan? Ingin dicintai balik bukan? Meskipun jaman sekarang banyak sekali quote “cinta tidak harus memiliki” well it’s kind of bullshit I think. Tidak mungkin kamu mencintai seseorang tanpa ingin memilikinya. Well, at least kamu pasti mengharapkan seseorang itu mencintai kamu balik meskipun itu perasaan yang berada di dalam lubuk hati yang paling terdalam dan dicoba untuk dikubur supaya tidak muncul kepermukaan. Ketika kamu sayang sama seseorang, apa yang kamu inginkan? Ingin diberi rasa kasih sayang yang sama pula, bukan? Dan apabila kamu sedang pacaran sama seseorang, apa tujuan dari pacaran tersebut? Untuk mendapatkan afeksi yang lebih dari selain orang tua, bukan?  Pada intinya ketika kamu mencintai seseorang pastinya kamu meminta imbalan sekurang-kurangnya dicintai balik. Ketika kamu berpacaran sama seseorang pastinya kamu akan berusaha cepat untuk membalas chatnya, berusaha memberikan cinta dan afeksi, tentunya kamu menginginkan imbalan sekurang-kurangnya sama seperti apa yang telah kamu lakukan kepada orang itu. Lalu apa yang terjadi ketika kamu tidak menerima imbalan? Jawaban saya hanya dua: 1.) bertahan, 2.) lelah bertahan dengan hubungan yang seperti ini dan pada akhirnya putus juga.

Tetapi, setelah membaca artikel ini JANGAN sampai kamu putus sama pacar atau bahkan hal ekstrim seperti bercerai karena kamu baru terfikirkan kalau gak ada orang yang cintanya tulus. Saya hanya ingin menyampaikan pemikiran dari teori pertukaran ini dan menganalisanya dengan konsep cinta, dan bukan berarti juga saya penganut tok teori ini. Saya yakin di luar sana pasti masih banyak pejuang-pejuang cinta, masih banyak juga orang yang mau mencintai kamu secara tulus. Just wait and see that miracle in life.
Read More

Selasa, 07 Juni 2016

5 Hal yang Sering Ditemukan pada Saat Sholat Terawih



Waktu sangat berputar dengan cepat, rasanya baru kemarin saya merasakan puasa tahun 2015 dan sekarang tanpa terasa sudah memasuki bulan Ramadhan tahun 2016 dan bahkan sudah memasuki hari yang ke dua. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan. Tentunya di Bulan yang sangat mulia ini lebih baik kita mengisinya dengan hal-hal yang mulia pula, misalnya seperti mengaji, beramal kepada sesama, berdzikir mengesakan Allah SWT, perbanyak ibadah dan tentunya yang tidak boleh terlewatkan adalah sholat terawih.


Sholat terawih ini merupakan sholat yang hanya ada di bulan Ramadhan, maka dari itu karena adanya hanya di bulan Ramadhan lebih baik berlomba-lomba untuk mendapatkan sholat terawih yang lengkap pada bulan yang mulia ini. Tapi tahu kah kamu? Ada beberapa hal unik namun sepele terkadang menyebalkan yang tentunya hanya ditemukan pada saat sholat terawih saja, berikut hal-hal tersebut:

  1. Anak-anak kecil yang suka berlari-larian

Sering sekali saya lihat di masjid mana pun, banyak anak-anak kecil yang suka berlarian kesana kemari saat sholat terawih. Mereka datang tepat waktu dan tentunya sangat tertib saat melakukan sholat isya, namun entah kenapa saat ceramah dimulai, anak-anak tersebut jadi sangat berisik dan suka berlarian kesana-kemari. Mungkin mereka sedang bahagia karena pada bulan Ramadhan saja mereka bisa bertemu dan bermain dengan teman-temannya, namun jujur masjid yang seharusnya memiliki situasi yang sepi dan khusyuk malah menjadi bising karena suara dan derap kaki anak kecil yang berlari-lari sana kemari.

     2. Kenceng-kencengan bilang “aamiin”

Untuk yang satu ini entah di masjid mana pun kamu sholat dan di mana pun kamu berdomisi pasti anak-anak kecil yang ikut Sholat berjamaah akan kencang sekali bilang “aamiin”. Saya rasa mereka gak cuma mengatakan “aamiin” namun juga berteriak sehingga suara mereka menggaung di dalam masjid. Hal seperti ini selalu saja terjadi lagi dan lagi saat sholat terawih.

    3. Tiba-tiba ada wangi aroma masakan

Biasanya masjid yang besar dan banyak jamaah sholatnya pasti akan didatangi oleh berbagai macam abang-abang. Ha? Abang-abang? Iya abang-abang jualan maksudnya, mulai itu dari abang-abang jualan bakso, mainan anak-anak dan juga makanan ringan. Biasanya di masjid saya biasa sholat terawih, ada abang-abang yang berjualan seblak maka ketika si abang sedang menumis bumbu-bumbu nya sontak semua orang akan terganggu. Jelas sekali, bumbu seblak terdiri cabai dan bawang-bawangan maka apabila aromanya tercium akan menyebabkan hidung menjadi tidak nyaman dan berakhir dengan bersin-bersin.

    4. Masjid penuh di minggu pertama

Saya rasa yang satu ini merupakan hal yang sering terjadi di mana-mana. Pada minggu-minggu pertama bulan Ramadhan, masjid pasti sangat penuh hingga jamaah sholat terawih bisa membuat saf hingga keluar masjid. Tetapi, saat pertengahan bulan Ramadhan jumlah tersebut bukannya makin menambah malah sebaliknya. Mulai dari yang tadinya saf nya penuh sampai keluar masjid hingga di mana masjid sangat sepi dan hanya terisi 2 saf saja. Banyak kemungkinan dalam hal ini. Yang perama, banyak dari mereka mempersiapkan hari raya Idul Fitri sehingga mereka berpergian dan lupa untuk melaksanakan sholat terawih, atau yang kedua mereka sudah pulang mudik sehingga mereka terawih di kampung halaman masing-masing atau mungkin yang ketiga mereka sudah  malas.

   5.  Lupa kalau ada qunut

Biasanya, qunut dilakukan pada sholat witir pada pertengahan akhir bulan Ramdhan. Mungkin karena kebiasaan sholat witir tanpa menggunakan qunut sebelum-sebelumnya, maka banyak dari kita yang lupa sehingga langsung sujud setelah rukuk. Ketika saya masih kecil, saya pernah tidak khusyuk sholatnya karena menahan ketawa melihat ibu-ibu yang langsung sujud ketika di mana yang lain sedang mengadah tangan dan berdiri untuk membaca qunut.  Untungnya ibu yang disamping saya itu tidak menyadari kalau saya sedari tadi sedang kesulitan untuk menahan tawa karena ulahnya.

Pada intinya, sholat terawih memanglah sholat yang hukumnya sunnah namun sholat ini hanya ada di Bulan Ramadhan, dan tentunya bulan Ramadhan hanya ada setahun sekali. Maka, lebih baik kita merasa sayang kalau kita melewati sholat terawih apabila memang kita sedang tidak berhalangan. Belum tentu, bulan Ramadhan tahun depan kita masih diberikan kesempatan untuk mengikuti sholat terawih berjamaah di masjid. Jadi, berlomba-lombalah untuk mendapatkan sholat terawih yang komplit pada tahun ini. Happy Ramadhan!
Read More

Sabtu, 04 Juni 2016

5 Tipe Penumpang Commuter line



   Naik mobil pribadi, gak tahan sama macet yang terjadi disana-sini. Naik bis, biasanya trayek bis mengkondisikan kita untuk naik turun bis berkali-kali. Naik angkot, biasanya ngetemnya lama banget. Naik ojeg atau taksi, bikin kantong menipis. Bagaimana kalau commuter line? Saya rasa, salah satu transportasi ini merupakan  transportasi yang cocok dan menjadi pilihan bagi banyak orang di Indonesia untuk berpergian ke kantor atau ke kampus pada pagi hari.

   Banyaknya orang yang memilih commuter line sebagai sarana transportasi tidak membuat sarana transportasi ini luput dari berbagai macam kekurangan. Jika kamu biasa berpergian dengan commuter line pasti kamu tahu apa saja kekurangannya. Kekurangan yang biasa terjadi adalah commuter line terkadang suka terlambat menjemput penumpang di stasiun-stasiun sehingga menyebabkan penumpukkan penumpang di stasiun-stasiun tersebut. Apabila sudah terjadi penumpukkan di stasiun-stasiun maka yang selanjutnya terjadi adalah nightmare. Apa? Nightmare? Iya benar sekali. Gerbong yang penuh sesak dengan orang-orang kantoran atau anak-anak kuliahan ditambah dengan mereka yang tidak suka memakai parfum merupakan sebuah nightmare bagi beberapa penumpang commuter line termasuk saya. Kondisi yang seperti ini selalu mengingatkan saya kepada kaleng sarden, dimana dalam satu kaleng terdiri dari banyak sarden. Sama hal nya dengan commuter line di pagi hari, satu gerbong terdiri dari banyak orang layaknya sarden di dalam kaleng.

Tetapi setelah 2 tahun saya pulang pergi dengan commuter line akhirnya saya sudah terbiasa dengan kondisi yang seperti ini malahan kondisi yang seperti ini dapat memberikan saya ide untuk menulis tipe-tipe penumpang commuter line, bagi kamu yang selalu pulang pergi dengan commuter line pasti sangat tidak asing lagi dengan penumpang commuter line yang memiliki tipe-tipe seperti berikut:

1.  Penumpang yang merupakan mantan basis tawuran

Jujur saja, saya gak ngerti dengan tipe yang satu ini. Commuter line memang selalu penuh di pagi hari, tetapi ada saja ibu-ibu atau bapak-bapak yang memaksakan diri untuk masuk ke dalam gerbong dengan cara mendorong orang-orang yang sudah ada di dalam, seakan-akan mereka yang sudah ada di dalam gerbong adalah musuh tawuran yang diharapkan akan segera mundur dengan cara mendorong-dorong tubuh lawannya. Hal yang kedua yang membuat saya bingung, bagaimana bisa seorang ibu-ibu memiliki tenaga yang kuat untuk mendorong orang sebanyak itu agar mereka dapat mundur dan memberikan space baginya di dalam gerbong? Akhirnya saya memiliki konklusi tersendiri, sepertinya mereka memiliki kekuatan yang begitu besar dikarenakan mereka sangat terlatih akan hal dorong-mendorong seperti yang dilakukannya ketika masih dalam masa-masa menjadi basis tawuran. *peace:v

2.  Penumpang yang paling sadis adalah penumpang di gerbong wanita

Perempuan adalah suatu makhluk ciptaan tuhan yang lemah, lembut, anggun dan manja. Tetapi, semua sifat dari perempuan ini akan sirna kalau kamu sudah pernah merasakan naik commuter line di gerbong wanita. Jikalau kereta penuh dan kamu hendak keluar, kamu butuh tenaga ekstra untuk membuka celah  agar kamu bisa keluar dari gerbong. As you know ibu-ibu yang ada di dalam gerbong wanita di dominasi oleh mereka yang enggak peduli kalau kamu mau keluar dari dalam gerbong. Mereka akan diam saja tanpa memberikan jalan agar kamu dapat keluar walaupun kamu sudah teriak-teriak “permisi! Saya mau keluar!” malahan kamu akan terdorong lebih masuk karena banyaknya dan kuatnya tenaga ibu-ibu yang akan masuk ke dalam gerbong. Jadi, jangan pernah kalian meremehkan kekuatan ibu-ibu!

3.  Penumpang maniak gadget

Dalam keadaan yang sangat penuh dan berdesak-desakan, masih saja ada orang yang tidak lepas dari gadgetnya. Kalau sekedar mendengarkan musik menurut saya masih sangat wajar, tetapi banyak dari penumpang commuter line yang malah main game atau bahkan mengecek media sosialnya. Saya tidak mempermasalahkan dia bermain game atau mengecek media sosialnya di dalam commuter line tetapi yang jadi permasalahannya adalah mereka menjadi tidak awas dengan keadaan sekitar sehingga mereka lebih suka bersandar kepada tubuh orang lain sebagai penopang agar dirinya tidak terjatuh saat kereta ingin berhenti atau sedang berjalan. 


        4. Sang penyelamat

Keadaan commuter line yang sangat penuh ini membuat kamu menjadi susah untuk bergerak apalagi berjalan untuk keluar dari dalam gerbong. Terkadang saya suka stuck di tempat karena saya terhimpit oleh banyak orang. Tetapi, saat kondisi ini sedang terjadi ada beberapa penumpang yang tiba-tiba menjadi penyelamat. Mereka menjadi penyelamat dengan cara membantu saya untuk keluar dari dalam gerbong, dimulai dari meneriaki orang-orang agar memberikan saya jalan untuk keluar hingga berupa dorongan atau tarikan agar saya dapat keluar dari dalam gerbong. Dapat diakui tenaga saya tidak cukup kuat untuk menerobos badan orang-orang yang ingin masuk ke gerbong sehingga terkadang saya membutuhkan tarikan atau dorongan agar saya dapat keluar dari gerbong.


        5.  Penumpang baik hati

Tidak selamanya penumpang commuter line selalu memiliki sifat tidak peduli antara satu dengan yang lain. Masih banyak dari mereka yang memiliki sifat respect terhadap sesama. Sifat respect ini ditandai dengan memberikan kursi kepada orang-orang yang lebih membutuhkannya, membantu orang untuk keluar dari dalam gerbong saat keadaan kereta sangat penuh, memberi jalan atau space bagi orang yang ingin masuk ke gerbong walaupun keadaannya sangat penuh sesak dan sebagainya. Andaikan semua penumpang commuter line memiliki sifat yang seperti ini, saya yakin commuter line pasti akan lebih nyaman dibandingkan dengan commuter line hari ini.

Commuter line merupakan transportasi bersama sehingga menurut saya ada baiknya kalau kita tidak terlalu egois atau mementingkan diri kita sendiri. Coba bayangkan apabila kamu main game di dalam gerbong yang ramai dan kamu bersender kepada tubuh orang lain, apa yang dirasakan oleh orang tersebut? Tentu orang tersebut akan merasa sangat tidak nyaman karena harus menopang beban tubuh dua orang sekaligus. Kenyamanan commuter line tidak hanya perkara fasilitasnya saja, tetapi juga bagaimana dengan sikap penumpang-penumpangnya. Maka, agar commuter line bisa menjadi sarana transportasi yang lebih nyaman lagi ada baiknya kita memperhatikan diri kita dahulu, apakah perbuatan atau tindakan kita dapat menimbulkan efek tidak nyaman bagi orang lain? Apabila semua penumpang memiliki pemikiran yang seperti ini, saya yakin commuter line akan menjadi sarana yang sangat nyaman bagi kita semua.
Read More

Senin, 30 Mei 2016

Y.O.L.O



Saya melihat tulisan ini pertama kali di akun Tumblr seseorang  yang pada saat itu kurang lebih saya masih duduk di kelas satu SMA. Setelah saya melihat tulisan ini untuk pertama kalinya di Tumblr seseorang, tiba-tiba  tulisan ini menjadi sangat happening, saya dapat menemukan tulisan ini dimana-mana baik itu di Pinterest, Weheartit, maupun di beberapa akun Twitter. Dan akhirnya dengan modal kekepoan dan juga kuota internet, saya mulai mencaritahu makna dari singkatan tesebut. Ternyata Y.O.L.O itu sendiri adalah kepanjangan dari “You Only Live Once” yang artinya kamu hidup hanya sekali saja. Awalnya sih pas baca kalimat dan singkatannya itu saya gak kepikiran apa-apa, malahan menurut saya gak ada arti yang mendalam dari kalimat tersebut, yang terlintas di kepala saya hanya satu “yaiyalah hidup cuma sekali, masa dua kali tigak kali empat kali. Itu orang pernah mati suri apa reinkarnasi idup berkali-kali?”.

Ketika mendengar atau melihat singkatan Y.O.L.O saya sering sekali teringat dengan salah satu teman saya yang berasal dari Mesir. Kami berdua bertemu di China saat melaksanakan program exchange student melalui AIESEC. Pada saat itu, kami baru saja selesai mengajar di sekolah kecil di daerah Shunde, China Selatan dan memutuskan untuk pergi mencari makan bersama-sama. Karena restorannya terbilang cukup jauh dan berada di seberang jalan maka kami harus menaiki jembatan penyebrangan terlebih dahulu. Luas jembatan penyebrangannya terbilang cukup luas dan untuk menaiki atau menuruni jembatan tersebut disediakan dua jalur yang bentuknya berbeda. Jalur yang pertama berbentuk tangga biasa dan jalur yang kedua berbentuk jalan yang lurus namun sedikit curam, biasanya dipakai untuk mereka yang menggunakan kursi roda. Saat kami hendak turun, kami melihat seorang anak laki-laki yang berdiri meluncur di jalan lurus tersebut dan kita melihat anak tersebut dengan terkejut, sedikit terkesima dan banyak takut kalau anak itu akan terjatuh. Tetapi, setelah saya melihat anak itu, saya malah tertarik untuk mencobanya. Saya bilang ke teman Mesir saya itu bahwa saya ingin mencoba menuruni tangga seperti anak laki-laki itu, kurang lebih percakapannya seperti ini “I want to try to going down the stair like his way, but if I fall down, you should catch me, okay?” dan teman saya menjawab “are you sure about that?” lalu saya jawab “yes, Y.O.L.O. You Only Live Once, right?” dan dia kembali menjawab “I thought Y.O.L.O is a sentence for them who want to do a stupid or weird things.

Teman saya memang ada benarnya. Saya menggunakan alasan You Only Live Once untuk melakukan hal aneh, dalam konteks ini yaitu menuruni anak tangga tetapi dengan cara meluncur diatas jalan yang lurus dan menukik. Pada akhirnya saya melakukannya juga tanpa terjatuh dan tentunya dijaga oleh Teman saya apabila tiba-tiba saya terjatuh. Setelah saya pulang lagi ke Indonesia, saya baru terpikir kata-kata teman saya. Apakah iya kalimat You Only Live Once ditujukan selalu kepada orang-orang yang ingin berbuat atau melakukan hal-hal aneh? Setelah memikirkannya, akhirnya saya mendapatkan jawabannya. Bagi saya Y.O.L.O dapat menjadi kalimat acuan bagi semua orang tergantung bagaimana ia menyikapi kalimat tersebut.

You Only Live Once. Ya benar. Saya, kamu, binatang, atau mereka yang hidup dan bernyawa hanya akan merasakan rasa bernyawa itu sekali saja dan tentu akan merasakan yang namanya kematian sekali saja. Jangan fikirkan tentang kehidupan setelah kematian karena saya tidak akan membahas hal itu di sini.  Yang mau saya bahas disini adalah, mumpung kamu masih memiliki kesempatan untuk benafas dan juga kesehatan lebih baik kamu coba lakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan TETAPI harus masih sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma agama dan bernegara ya. Semisal, kamu belum pernah exchange ke luar negeri dan kamu benar-benar ingin merasakannya tetapi di lain sisi banyak hal yang kamu takutkan dan kamu pertimbangkan. Menurut saya kalau kamu tidak mencoba untuk membuang rasa takut dan tidak cepat-cepat menyelesaikan rasa kebimbangan kamu, maka pada akhirnya kamu tidak akan pernah berangkat dan kamu tidak akan pernah tahu apa rasanya exchange dan tidak pernah merasakan manfaat dari exchange.

You Only Live Once. Bagi saya, kalimat tersebut pun dapat mengacu kamu untuk menjadi orang yang berani untuk keluar dari zona nyaman. Ketika kamu terus berada di zona nyaman dan menolak untuk keluar, maka kamu tidak akan berkembang. Kamu hanya hidup sekali, kalau kamu tidak mencoba untuk keluar dari zona nyamanmu, maka kamu tidak akan tahu ada apa di luar zona nyamanmu dan tentu kamu tidak akan mendapatkan apa yang bisa kamu dapatkan dari luar.


Jadi intinya, jangan anggap kalimat “You Only Live Once” merupakan kalimat yang dikhususkan bagi mereka yang ingin melakukan suatu hal yang bodoh dan aneh. Y.O.L.O dapat memotivasi kamu untuk menjadi orang yang pemberani dalam mencoba hal baru dan dapat keluar dari zona nyaman. Maka dari itu, ketika kamu sudah tahu bahwa hidup hanya sekali, jangan sia-siakan. Manfaatkan kehidupanmu untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi dirimu dan juga diri orang lain. Ketika kamu tidak mau mencoba sesuatu hal yang baru dan terus ingin berdiam di zona nyaman, inget ini: “You Only Live Once, if you don’t try it. You’ll never know. You’ll never learn. You’ll never develop yourself.” 
Read More

Sabtu, 28 Mei 2016

Belajar dari Lagu Taylor Swift: “Shake it Off”



Dengerin lagu itu gak cuma merupakan suatu hiburan semata kalau kamu lagi naik angkot atau lagi desak-desakan di Commuter Line. Dengerin lagu itu gak cuma merupakan suatu alasan untuk ngegalauin mantan, ngelauin orang yang PHP-in kamu atau ngegalauin gebetan yang gak pernah peka kalau kamu sudah ratusan kali kasih kode ke dia. Tapi dengerin lagu itu bisa jadi salah satu sarana belajar kamu, dengan catatan kamu benar-benar mendengarkan dan mengerti liriknya. Saya bukan seorang Swifties (fanbase Taylor Swift) tetapi saya sangat suka lagunya yang berjudul “Shake it Off”. Pertama kali mendengarkan Shake it Off, lagunya memang ear-catching dan beat-nya memberikan semangat bagi yang mendengarkannya, namun lama-kelamaan lagu ini menjadi membosankan bagi saya.

Suatu saat saya sedang memiliki leisure time dan karena saya sudah memiliki kebiasaan mendengarkan lagu saat leisure time maka saya melakukannya juga pada hari itu. Saya pun akhirnya mendengarkan lagu Shake it Off lagi dan tentunya bersama dengan liriknya. Awalnya saya hanya tahu sepenggal liriknya yaitu “players gonna play play play and haters gonna hate hate hate, I’m  just gonna shake shake shake” pada saat itu saya tidak mengerti maksud dari penggalan lirik ini karena saya gak pernah tahu lirik sebelumnya atau lirik selanjutnya. Setelah berkali-kali mendengarkan dan membaca liriknya, ternyata dibalik lagu ini ada artian atau hikmah yang bisa diambil.

Sebenarnya lagu Taylor Swift yang satu ini menceritakan tentang kehidupannya dan juga pandangan-pandangan dari orang lain yang memperhatikan lika-liku kehidupannya. Seperti yang kita tahu Taylor Swift merupakan penyanyi cantik dan berbakat asal Amerika yang memiliki mantan yang terbilang cukup banyak. Kurang lebih ada 19 orang yang pernah ada dalam kehidupan percintaannya. Sebuah angka yang terbilang banyak bukan? Dengan track record kisah percintaannya yang seperti ini tidak salah juga apabila banyak orang yang menganggap kalau Taylor Swift adalah seorang perempuan yang tidak pernah bisa mempertahankan hubungannya bahkan sah-sah saja apabila banyak orang yang mencapnya sebagai “playgirl”. Saya yakin bahwa Taylor Swift sendiri pastinya dapat merasakan apa yang difikirkan oleh orang lain tentang dirinya dan kisah percintaannya sehingga dalam lagu Shake it Off ada sepenggal lirik yang berbunyi “I go on too many dates, But I can’t make them stay, at least that’s what people say”.

 Yang menjadi keistimewaan dari lagu ini adalah, lagu tersebut dapat menggambarkan bagaimana Taylor Swift merespon pendapat-pendapat dan komentar-komentar miring tentang dirinya. Satu penggalan lirik yang menjadi alasan besar kenapa saya suka lagu ini adalah kelanjutan dari lirik yang sudah saya papar sebelumnya, yaitu “but I keep cruising, can’t stop won’t stop moving, it’s like I got this music, in my mind saying it’s gonna be alright. Cause the players gonna play (5x) and the haters gonna hate (5x) baby I’m just gonna shake (5x)”. Dari lirik ini,  kita bisa tahu kalau Taylor Swift enggak ambil pusing sama semua pemikiran-pemikiran orang lain alias mengacuhkan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Apapun yang dikatakan orang lain kepada dirinya, ia akan terus berjalan, memproduksi banyak lagu-lagu yang enak didengar dan pada akhirnya semua pendapat dan komentar orang lain tidak akan berdampak buruk kepadanya, bahkan dia akan tetap terus berprestasi. Ditambah lagi, Taylor Swift berpendapat bahwa yang namanya “players” atau yang bisa saya artikan sebagai “para pemain” akan terus “bermain” dan yang namanya pembenci maka akan terus menjadi seorang yang membenci.


Lalu apa yang bisa kita pelajari dari lagu ini? Nah, pada intinya saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri dan menurut salah satu tokoh sosiologi kontemporer yang bernama Jürgen Habermas: manusia memiliki sifat dasar yaitu berinteraksi atau melakukan suatu tindakan yang komunikatif. Jadi, ketika ada seseorang atau kumpulan orang-orang mengkritik kamu, itu merupakan suatu hal yang wajar apabila kita mengacu pada sifat dasar manusia menurut Habermas. kritikkan pun dapat menjadi cerminan diri kamu untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. TETAPI, jangan sampai kritikan atau pendapat-pendapat orang lain dapat menjatuhkan atau bahkan dapat mengubah kepribadian kamu. Karena pada dasarnya apapun yang kamu lakukan pasti ada saja yang akan mengkritik kamu, if your attitude or your lifestyle still suitable with norms and rules, so why you should hear their critics? They don’t know about you, just close your ears and be yourself! Life is too short for listening all of their critics. Shake it Off!
Read More